Perang Dagang Dimulai! China, Kanada, dan Meksiko Kompak Melawan Trump

Senin, 03 Februari 2025 - 20:26 WIB
loading...
Perang Dagang Dimulai!...
China, Meksiko, dan Kanada kompak melawan kebijakan tarif yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump. FOTO/Source FP
A A A
JAKARTA - Presiden AS Donald Trump mengkritik defisit perdagangan AS dengan Kanada, Meksiko dan China. Dia menegaskan, Amerika seharusnya tidak memberikan subsidi kepada negara lain. Trump berjanji tidak akan menjadikan AS "negara bodoh" lagi dengan kehilangan triliunan dolar untuk mensubsidi negara lain. Hal itu diungkapkan Trump, dalam sebuah unggahan di platform media sosial Truth Social.

"AS memiliki defisit besar dengan Kanada, Meksiko, dan China (dan hampir semua negara!), berutang USD36 triliun, dan kami tidak akan menjadi 'Negara Bodoh' lagi. Buatlah produk Anda di AS dan tidak ada tarif! Mengapa Amerika Serikat harus kehilangan triliunan dolar untuk mensubsidi negara-negara lain, dan mengapa negara-negara lain ini harus membayar sebagian kecil dari biaya yang dibayarkan oleh warga negara AS untuk obat-obatan dan farmasi, sebagai contoh?"

Baca Juga: Geger Tarif Trump, Ini Tanggapan China, Kanada, dan Meksiko

Dengan mendeklarasikan ini sebagai zaman Keemasan Amerika. Ia mengakui adanya potensi tantangan ekonomi, namun bersikeras bahwa kebijakannya akan memulihkan kekuatan Amerika, membawa akal sehat ke dalam tata kelola pemerintahan dan pada akhirnya memberikan hasil spektakuler.

"Ini akan menjadi Zaman Keemasan Amerika! Apakah akan ada rasa sakit? Ya, mungkin (dan mungkin juga tidak!). Tapi kita akan membuat Amerika hebat lagi, dan itu semua akan sepadan dengan harga yang harus dibayar. Kita adalah negara yang sekarang dijalankan dengan akal sehat dan hasilnya akan spektakuler!" ujar Trump dilansir dari Asia News International, Senin (3/2/2025).

Trump sebelumnya mengumumkan bahwa AS akan memberlakukan tarif tambahan 10% untuk semua barang yang diimpor dari China di atas bea masuk yang sudah ada. Dia juga mengumumkan akan menerapkan tarif tambahan 25% untuk impor dari Kanada dan Meksiko.

China, Kanada, dan Meksiko Melawan


China dengan tegas menentang tarif baru yang diberlakukan Trump dan memperingatkan akan mengambil tindakan balasan untuk melindungi hak-hak dan kepentingan sendiri. Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Perdagangan China menegaskan akan mengajukan gugatan ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) terhadap AS atas praktik yang salah, Global Times melaporkan.

"China sangat tidak puas, dan dengan tegas menentang tarif-tarif AS yang dikenakan pada barang-barang China," ujar kementerian tersebut.

Baca Juga: Kanada Balas Serangan Tarif Trump, Pungut 25% Barang Impor dari AS

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum Pardo juga menentang tarif yang diberlakukan Trump. Dia mengumumkan bahwa Meksiko juga akan memberlakukan tarif pembalasan dan dengan tegas menolak fitnah Trump bahwa pemerintah Meksiko memiliki hubungan dengan organisasi-organisasi kriminal.

Dia mengusulkan pembentukan kelompok kerja dengan tim kesehatan dan keamanan publik terbaik dari kedua negara untuk mengatasi kekhawatiran bersama.

Sementara, Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau mengumumkan dalam sebuah konferensi pers bahwa Kanada akan membalas dengan mengenakan tarif 25% terhadap barang-barang Amerika senilai USD155 miliar dengan tahap pertama mulai berlaku pada Selasa.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
Rekomendasi
Dibully Sampai Hidupnya...
Dibully Sampai Hidupnya Hancur, Ini Balas Dendam Anna di Microdrama V+Short She Was Never Gone
SDH Depok Komitmen Bangun...
SDH Depok Komitmen Bangun Pendidikan Karakter hingga Pengembangan Kepemimpinan
GenIUS Expo 2026 Dorong...
GenIUS Expo 2026 Dorong Siswa Kembangkan Potensi Diri melalui Karya dan Inovasi
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved