Sebut Ekonomi Rusia Retak, Menlu Finlandia: Barat Harus Meningkatkan Sanksi
Kamis, 06 Februari 2025 - 09:12 WIB
loading...
Ekonomi Rusia disebut mengalami retakan serius yang bisa dimanfaatkan Barat untuk menempatkan Ukraina berada di posisi terbaik dalam upaya menjalin kesepakatan damai. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Ekonomi Rusia disebut mengalami retakan serius yang bisa dimanfaatkan Barat untuk menempatkan Ukraina berada di posisi terbaik dalam upaya menjalin kesepakatan damai. Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Finlandia, Elina Valtonen.
Dalam sebuah wawancara dengan The Telegraph, Elina yang berada di London untuk pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri, mendesak negara-negara Barat untuk "mempertahankan tekanan ekonomi" pada Rusia di bulan-bulan kritis ke depannya.
Baca Juga: Gas Rusia Diam-diam Masih Ada di Uni Eropa, 837.300 Metrik Ton Mengalir di Awal 2025
"Kami melihat bahwa sanksi sudah berhasil, ekonomi Rusia menunjukkan beberapa retakan serius. Kami hanya perlu menyelesaikan semuanya sehingga bisa ada perdamaian, mudah-mudahan di akhir tahun," kata Valtonen.
Pernyataan Menlu Finlandia muncul di tengah dorongan baru untuk membatasi "armada bayangan" kapal tanker tua yang tidak diasuransikan yang digunakan Rusia untuk menghindari sanksi Barat.
Dalam sebuah wawancara dengan The Telegraph, Elina yang berada di London untuk pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri, mendesak negara-negara Barat untuk "mempertahankan tekanan ekonomi" pada Rusia di bulan-bulan kritis ke depannya.
Baca Juga: Gas Rusia Diam-diam Masih Ada di Uni Eropa, 837.300 Metrik Ton Mengalir di Awal 2025
"Kami melihat bahwa sanksi sudah berhasil, ekonomi Rusia menunjukkan beberapa retakan serius. Kami hanya perlu menyelesaikan semuanya sehingga bisa ada perdamaian, mudah-mudahan di akhir tahun," kata Valtonen.
Pernyataan Menlu Finlandia muncul di tengah dorongan baru untuk membatasi "armada bayangan" kapal tanker tua yang tidak diasuransikan yang digunakan Rusia untuk menghindari sanksi Barat.
Lihat Juga :