Fundamental Kuat, Saham Sektor Perbankan Dinilai Masih Prospektif

Jum'at, 07 Februari 2025 - 11:14 WIB
loading...
Fundamental Kuat, Saham...
Saham-saham sektor perbankan dinilai masih tetap prospektif di tengah gejolak bursa saat ini. FOTO/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Investor asing tampaknya masih belum nyaman menempatkan duit investasinya di Bursa Efek Indonesia ( BEI ) untuk jangka panjang. Sepanjang pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG mengalami tren penurunan, dan bahkan pada perdagangan Kamis (6/2) IHSG terkoreksi dalam sebesar 2,12% dan ditutup di level 6.875.

Berdasarkan data BEI, hingga kemarin, asing masih keluar dari pasar saham Indonesia dengan mencatatkan transaksi net sell Rp2,34 triliun. Aksi jual itu membuat asing mengakumulasi penjualan bersih saham month to date Rp3,29 triliun di Bursa Efek Indonesia (BI) dan secara year to date mencatatkan net sell Rp7 triliun.

Baca Juga: IHSG Dibuka Masih Terkapar di Level 6.722, Mayoritas Sektor Merah

Sejumlah pihak menilai, penurunan IHSG tersebut merupakan respons pasar atas kekhawatiran prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia, pascapengumuman pertumbuhan 2024 yang hanya mencapai 5,03%. Pertumbuhan tersebut lebih rendah dari realisasi 2023 yang sebesar 5,05% dan jauh di bawah capaian tahun 2022 sebesar 5,31%. Faktor lain yang membuat asing melakukan aksi jual jumbo di pasar modal adalah adanya deflasi sebesar 0,76% pada Januari 2025, serta kinerja 2024, sejumlah emiten besar terutama di sektor perbankan yang dinilai di bawah ekspektasi pasar.

Merespons hal itu, analis pasar modal dari PT Rumah Para Pedagang, Kiswoyo Adi Joe menilai saham perbankan, khususnya saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), masih memiliki potensi pertumbuhan yang cukup besar. Meskipun perekonomian global diwarnai perang dagang, Kiswoyo menilai perekonomian domestik dinilai mampu bertahan, seiring kebijakan penghematan anggaran belanja kementrian, dalam mendukung pembangunan.

"Saya perkirakan, manajemen Bank Mandiri tahun ini dapat lebih leluasa dalam menyalurkan kredit ke sektor yang prospektif dengan tingkat profitabilitas tinggi. Hal itu dapat mendorong peningkatan margin bunga bersih dan pendapatan bunga, serta laba yang lebih baik," paparnya melalui keterangan tertulis, Jumat (7/2/2025).

Kiswoyo menilai, Bank Mandiritelah teruji mampu mencatat kinerja positif setiap tahun. Selama 10 tahun pemerintahan sebelumnya, Bank Mandiri secara konsisten meraih pertumbuhan laba dengan tetap menjaga tingkat kredit bermasalah jauh di bawah batas ketentuan regulator. "Padahal, selama 10 tahun kemarin, perekonomian Indonesia diwarnai tekanan global dan domestik yang tak kalah berat," imbuhnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IHSG Ditutup Melejit...
IHSG Ditutup Melejit 7,57% Sore Ini, 708 Saham Menghijau
Diwarnai Penguatan 307...
Diwarnai Penguatan 307 Saham, IHSG Dibuka Berbalik Menghijau ke 5.344
IHSG Terjun Bebas 4,52%...
IHSG Terjun Bebas 4,52% Sore Ini, Banyak Saham 'Berdarah-darah'
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Fenomena Rupiah Melemah...
Fenomena Rupiah Melemah dan Dilema Impossible Trinity: Membaca Kepanikan Investor di Tengah Ketidakpastian Global
Kota Bontang Buktikan...
Kota Bontang Buktikan Daya Tarik Investasi, Sinyal Positif bagi Investor Baru
Rekomendasi
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
Kasus Mega Korupsi BGN...
Kasus Mega Korupsi BGN dan Kitas-Kitap
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Berita Terkini
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
Infografis
Habitat Asli Harimau...
Habitat Asli Harimau Jawa yang Masih Terjaga hingga Saat Ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved