Indonesia dan PEA Perkuat Kolaborasi Energi Bersih dan Digitalisasi Industri

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:48 WIB
loading...
Indonesia dan PEA Perkuat...
Menko Airlangga dan enteri Energi dan Infrastruktur PEA Suhail Mohamed Al Mazrouei menggelar pertemuan bilateral di sela kunjungan Menko Perekonomian di acara World Goverment Summit di Dubai, Selasa (11/2/2025). FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia bersama Uni Emirat Arab (UAE) atau Persatuan Emirat Arab (PEA) sepakat untuk berkolaborasi mewujudkan energi bersih dan memperkuat digitalisasi industri. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Menteri Energi dan Infrastruktur PEA Suhail Mohamed Al Mazrouei siap mendukung Indonesia meningkatkan daya saing ekonomi.

Airlangga dan Suhail menggelar pertemuan bilateral di sela kunjungan Menko Perekonomian di acara World Goverment Summit di Dubai, Selasa (11/2/2025). Dalam pertemuan tersebut, kedua negara menyoroti pentingnya integrasi teknologi dalam sektor industri.

Termasuk pemanfaatan robotika dan sistem produksi tanpa awak (unmanned production) yang telah diterapkan di beberapa sektor, seperti manufaktur dan pertambangan. Indonesia sendiri telah mulai mengadopsi unmanned truck dalam operasi tambang, seperti yang dilakukan di Freeport, serta sistem produksi berbasis digitalisasi untuk meningkatkan efisiensi.

Baca Juga: Tolak Gabung BRICS, Arab Saudi Investasi ke AS Rp9.800 Triliun

Airlangga menuturkan, dalam bidang energi bersih PEA mendukung transisi energi Indonesia melalui berbagai proyek. Yakni melanjutkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya yang rencananya akan dilaksanakan tahun ini. Menko Perekonomian menyebut, sebagai salah satu investor terbesar di Indonesia, PEA secara signifikan aktif berpartisipasi dalam beberapa proyek pembangunan infrastruktur maupun transisi energi di Indonesia.

"Dukungan PEA terhadap pertumbuhan Indonesia dalam membangun infrastruktur strategis seperti jalan tol dan pelabuhan melalui Abu Dhabi Growth Fund sangat kami apresiasi," tutur Menko Airlangga dalam siaran pers pada Rabu (12/2/2025).

Airlangga menambahkan, peran PEA dalam membangun pembangkit listrik tenaga surya terbesar di Asia Tenggara di Cirata merupakan salah satu kerja sama monumental dan signifikan terhadap proses transisi energi bersih Indonesia.

"Indonesia menyatakan kesiapan untuk melanjutkan kerja sama ekonomi secara intensif dengan PEA melalui beberapa format bilateral yang telah terjalin,” ujar Airlangga.

Sementara, Menteri Suhail menegaskan komitmen PEA untuk mendukung pengembangan infrastruktur energi hijau di Indonesia. Salah satu langkah konkret adalah rencana kerja sama dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas hingga 10 GW. Hal ini sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan energi dan membuka peluang ekspor listrik ke negara tetangga.

Baca Juga: Menko Airlangga Beri Isyarat Subsidi Rp7 Juta Motor Listrik Diperpanjang

PEA juga menekankan pentingnya pembangunan data center, seiring dengan meningkatnya kebutuhan data di negara-negara besar seperti AS dan China. Lebih lanjut, Menteri Suhail menyatakan kesiapan PEA menjadi mitra strategis bagi industrialisasi Indonesia. Termasuk dalam mendukung pembentukan sistem power grid di ASEAN yang hingga kini belum terealisasi.

UEA juga terbuka untuk berinvestasi di berbagai sektor dan mengundang lebih banyak pelaku usaha untuk berkolaborasi dengan Indonesia.

"Kami sangat berminat untuk meningkatkan investasi dan siap mendukung Indonesia untuk menciptakan peluang ekonomi baru melalui investasi di sektor energi, digitalisasi, dan industrialisasi," tegas Menteri Suhail saat bertemu Airlangga.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
Rekomendasi
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Instagram Down Massal,...
Instagram Down Massal, Benarkah Sengaja Diblokir karena Demo Mahasiswa?
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved