Rusia Diskon Minyak Besar-besaran, China Dapat Tawaran Menggiurkan

Kamis, 13 Februari 2025 - 07:29 WIB
loading...
Rusia Diskon Minyak...
Sebuah foto udara menunjukkan sebuah kapal tanker minyak mentah di sebuah terminal minyak di lepas pantai pulau Waidiao di Zhoushan, provinsi Zhejiang, China pada 4 Januari 2023. FOTO/China Daily via Reuters
A A A
JAKARTA - China ditawari minyak mentah ESPO dari Rusia dengan harga diskon. Tawaran ini muncul seiring meningkatnya kekhawatiran atas sanksi-sanksi baru Amerika Serikat (AS) yang menghambat alur logistik dan administratif sehingga mempersulit para pembeli. Laporan Bloomberg, mengungkapkan situasi tersebut.

Sanksi tersebut menargetkan perusahaan-perusahaan besar seperti Gazprom Neft dan Surgutneftegaz, lebih dari 180 kapal tanker minyak yang mengangkut minyak mentah dari Rusia, Iran, dan Venezuela serta perusahaan asuransi yang terlibat dalam logistik minyak.

Akibat sanksi tersebut dan lonjakan harga minyak global, China untuk sementara menghentikan pembelian minyak mentah Rusia. Meski begitu, China tetap menjadi salah satu pembeli terbesar minyak Rusia pada 2024. Seiring dengan sanksi baru yang diterapkan AS, biaya pengiriman minyak mentah Rusia ke China meroket hingga lima kali lipat.

Baca Juga: Rusia dan India Kompak Gebuk Dolar AS, 90% Transaksi Gunakan Mata Uang Lokal

Biaya pengiriman awalnya sebesar USD1,5 juta pada awal Januari, kini melonjak menjadi USD7 juta di akhir bulan tersebut. Lonjakan biaya ini membuat pengusaha China semakin kesulitan dan mendorong mereka untuk mencari alternatif pasokan dari negara-negara di Timur Tengah, Afrika, dan Amerika.

Minyak mentah ESPO dikenal memiliki kualitas yang lebih tinggi dibandingkan jenis Ural dan biasanya diperdagangkan dengan harga premium, terutama di pasar Asia. Pada pengiriman minyak mentah ESPO dari pelabuhan Kozmino di Timur Jauh Rusia, harga premium pada Maret dijual dengan selisih sekitar USD2-USD3 per barel dibandingkan dengan harga Brent. Namun, pada Januari harga premium ini mencapai lebih dari USD5 per barel.

Minyak yang dikirim dengan kapal tanker yang terkena sanksi, ditawarkan dengan potongan harga lebih besar. Meskipun demikian, perusahaan penyulingan milik China sejauh ini enggan menandatangani kontrak pasokan ESPO untuk Februari mengingat risiko dan potensi konsekuensinya.

Sejumlah pedagang dan penjual mulai mempertimbangkan untuk menggunakan terminal minyak yang kurang dikenal atau memindahkan muatan di luar provinsi Shandong sebelum memindahkannya ke kapal tanker lain, guna menghindari sanksi. Namun, langkah ini dapat mengurangi pengawasan pemerintah dan menambah biaya yang tinggi, yang tidak dapat ditanggung oleh banyak kilang.

Baca Juga: Trump: Suatu Hari Nanti, Ukraina Mungkin Jadi Bagian Rusia

Sejak dimulainya invasi Rusia ke Ukraina, China terus memperkuat hubungan ekonomi dengan Rusia meskipun Beijing membantah tuduhan bahwa mereka mendukung upaya militer Moskow secara langsung. Meskipun begitu, sektor bahan bakar fosil Rusia tetap menjadi pendorong utama ekonomi Rusia di tengah perang skala penuh melawan Ukraina.

Namun, tekanan ekonomi yang semakin besar memaksa banyak lembaga keuangan China untuk mengurangi transaksi dengan Rusia, karena takut terkena sanksi sekunder dari AS dan negara-negara Barat.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelontorkan Diskon Tiket...
Gelontorkan Diskon Tiket Transportasi hingga 30%, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp1,54 Triliun
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Rekomendasi
Polisi Tangkap Taufik...
Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penganiaya Pacar di Bandung lewat Transaksi Belanja
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
Berita Terkini
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
240 BUMN Tak Produktif...
240 BUMN Tak Produktif Dibubarin Prabowo: Tidak Untung, Rugi Terus
Persaingan Pasar Game...
Persaingan Pasar Game Valorant, Intip Strategi Ekspansi Tokovalorant
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Infografis
Presiden Ukraina Zelensky:...
Presiden Ukraina Zelensky: China Memasok Senjata ke Rusia!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved