Pembicaraan Trump dan Putin Singgung Soal BRICS, Ini 7 Poin Lengkapnya
Jum'at, 14 Februari 2025 - 19:04 WIB
loading...
A
A
A
Hegseth sebelumnya berpendapat bahwa aspirasi Ukraina untuk merebut kembali semua wilayah yang hilang tidak realistis dan bahwa negara itu harus bersiap untuk negosiasi perdamaian. Dia menyarankan bahwa pasukan internasional mungkin mengawasi proses tersebut, tetapi ditekankan olehnya bahwa keanggotaan NATO tidak akan menjadi bagian dari perjanjian damai apapun.
"Mereka mengadakan pertemuan di Munich, besok. Rusia akan berada di sana bersama rakyat kita. Ngomong-ngomong, Ukraina juga diundang. Tidak yakin persis siapa yang akan berada di sana dari negara mana pun, tetapi orang-orang tingkat tinggi dari Rusia, dari Ukraina, dan dari Amerika Serikat," ungkapnya.
Presiden AS juga menegaskan kembali keterbukaannya untuk menggelar pertemuan tatap muka dengan Putin, yang kemungkinan bakal berlangsung di Arab Saudi. Namun dia memperingatkan bahwa masih "agak dini" untuk mewujudkan rencana tersebut.
Menepis skeptisisme jurnalis, Trump menegaskan kembali bahwa dia mempercayai Putin dalam masalah ini secara khusus dan mengkritik pemerintahan Biden karena tidak mengambil tindakan sebelumnya untuk mencegah eskalasi ketegangan menjadi konflik yang lebih besar.
"Saya mempercayainya dalam hal ini. Saya pikir dia ingin melihat sesuatu terjadi," tambah Trump.
Selain itu Ia juga menekankan bahwa "ini seharusnya dilakukan oleh Biden bertahun-tahun yang lalu" dan bahwa konflik "seharusnya tidak pernah dibiarkan terjadi" sejak awal.
Dia memilih India sebagai salah satu ekonomi paling proteksionis di dunia, menjelang pertemuan yang dijadwalkan dengan Perdana Menteri Narendra Modi. Dia mengambil kesempatan ini untuk mengkritik blok BRICS karena perdagangan di luar sistem dolar AS.
"BRICS ditempatkan di sana untuk tujuan yang buruk," ungkap Trump memperingatkan, dan memberikan mencatat bahwa ambisi blok itu mengancam dominasi dolar.
3. Rusia dan AS akan menggelar pertemuan 'tingkat tinggi'
Selama konferensi pers, Trump mengungkapkan bahwa para pejabat dari Rusia dan Amerika Serikat sedang mempersiapkan pertemuan tingkat tinggi di Munich."Mereka mengadakan pertemuan di Munich, besok. Rusia akan berada di sana bersama rakyat kita. Ngomong-ngomong, Ukraina juga diundang. Tidak yakin persis siapa yang akan berada di sana dari negara mana pun, tetapi orang-orang tingkat tinggi dari Rusia, dari Ukraina, dan dari Amerika Serikat," ungkapnya.
Presiden AS juga menegaskan kembali keterbukaannya untuk menggelar pertemuan tatap muka dengan Putin, yang kemungkinan bakal berlangsung di Arab Saudi. Namun dia memperingatkan bahwa masih "agak dini" untuk mewujudkan rencana tersebut.
4. Trump 'mempercayai' Putin
Trump menjelaskan, bahwa dia yakin keinginan Putin untuk perdamaian sebagai sikap yang tulus: "Saya percaya bahwa Presiden Putin, ketika saya berbicara dengannya kemarin ... Saya pikir dia menginginkan perdamaian. Saya pikir dia akan memberi tahu saya jika dia tidak melakukannya."Menepis skeptisisme jurnalis, Trump menegaskan kembali bahwa dia mempercayai Putin dalam masalah ini secara khusus dan mengkritik pemerintahan Biden karena tidak mengambil tindakan sebelumnya untuk mencegah eskalasi ketegangan menjadi konflik yang lebih besar.
"Saya mempercayainya dalam hal ini. Saya pikir dia ingin melihat sesuatu terjadi," tambah Trump.
Selain itu Ia juga menekankan bahwa "ini seharusnya dilakukan oleh Biden bertahun-tahun yang lalu" dan bahwa konflik "seharusnya tidak pernah dibiarkan terjadi" sejak awal.
5. BRICS 'mati'
Konferensi pers Trump juga menyinggung rencana penerapan tarif impor terbaru di dalam pemerintahannya, yang menurutnya akan memastikan keadilan dengan memberlakukan pungutan timbal balik pada negara-negara yang mengenakan bea masuk tinggi pada barang-barang Amerika.Dia memilih India sebagai salah satu ekonomi paling proteksionis di dunia, menjelang pertemuan yang dijadwalkan dengan Perdana Menteri Narendra Modi. Dia mengambil kesempatan ini untuk mengkritik blok BRICS karena perdagangan di luar sistem dolar AS.
"BRICS ditempatkan di sana untuk tujuan yang buruk," ungkap Trump memperingatkan, dan memberikan mencatat bahwa ambisi blok itu mengancam dominasi dolar.
Lihat Juga :