Pembicaraan Trump dan Putin Singgung Soal BRICS, Ini 7 Poin Lengkapnya

Jum'at, 14 Februari 2025 - 19:04 WIB
loading...
Pembicaraan Trump dan...
BRICS menjadi salah satu pembahasan dari 7 poin pembicaraan antara Presiden AS, Donald Trump dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin lewat panggilan telepon. Foto/Dok AP
A A A
JAKARTA - BRICS menjadi salah satu pembahasan dari 7 poin pembicaraan antara Presiden AS, Donald Trump dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin lewat panggilan telepon. Hal ini disampaikan oleh Trump saat berbicara kepada wartawan di Oval Office pada Kamis malam (13/2) kemarin waktu setempat.

Baca Juga: Trump Kembali Tabuh Genderang Perang Dagang, Negara-negara BRICS Terancam

Digambarkan oleh Trump, isi percakapan tersebut digambarkan mencakup topik-topik seperti Rusia-Ukraina, peran NATO, strategi ekonomi seperti tarif impor, dan dinamika geopolitik seputar BRICS dan G8.

Berikut adalah 7 poin penting dari pembicaraan Trump dan Putin:

1. Janji Biden memprovokasi konflik Ukraina

Trump menyalahkan konflik Rusia-Ukraina yang sedang berlangsung pada pendahulunya, Joe Biden, dengan menegaskan kembali klaimnya bahwa perang tidak akan pernah meletus jika dirinya tetap menjabat. Menurut Trump, pernyataan Biden tentang Kiev yang berpotensi bergabung dengan NATO adalah provokasi kritis yang secara langsung berkontribusi pada konflik.

"Saya tidak melihat bagaimana sebuah negara dalam posisi Rusia dapat mengizinkan dalam posisi mereka, dapat mengizinkan untuk bergabung dengan NATO. Saya tidak melihat itu terjadi," kata Presiden AS pada hari Kamis.

"Dan jauh sebelum Presiden (Vladimir) Putin, Rusia sangat kuat pada fakta tersebut. Saya percaya itulah alasan perang dimulai, karena Biden keluar dan mengatakan bahwa mereka dapat bergabung dengan NATO, dan dia seharusnya tidak mengatakan itu," tegas Trump.

Trump menguraikan keyakinannya bahwa janji keanggotaan NATO menciptakan dilema keamanan bagi Rusia, yang pada akhirnya memicu perang. Dia menggambarkan, pernyataan Biden sebagai tindakan yang "sembrono" dan "tidak bisa dipahami,".

Ia juga menggarisbawahi bahwa komitmen semacam itu seharusnya tidak pernah dibuat tanpa konsensus internasional yang lebih luas.

2. Ukraina belum akan gabung NATO

Trump juga mendukung pernyataan yang dibuat oleh menteri pertahanannya, Pete Hegseth, mengenai harapan Ukraina untuk keanggotaan NATO. Ia menggambarkannya sebagai "cukup akurat", meskipun ada beberapa kritik publik. Dia menolak saran bahwa dia harus meminta Hegseth menarik kembali komentarnya.

Seseorang menyuruh saya melakukannya, tetapi saya pikir komentarnya bagus. Mereka mungkin bagus hari ini. Mereka sedikit lebih lembut, mungkin. "Tapi saya pikir komentarnya cukup akurat," kata Trump.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Gaya Hidup Miliarder,...
Gaya Hidup Miliarder, Begini Cara Keluarga Trump Membelanjakan Hartanya
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Menguak di Balik Lawatan...
Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Dolar AS Mulai Dikepung,...
Dolar AS Mulai Dikepung, Mampukah BRICS Meruntuhkan Dominasi Greenback?
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Rekomendasi
Kendaraan Listrik Siap...
Kendaraan Listrik Siap Menjadi Sumber Energi Baru bagi Amerika Serikat
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved