Percepat Hilirisasi Gas Bumi, Saleh Husin Soroti Tantangan Dunia Usaha
Jum'at, 21 Februari 2025 - 22:46 WIB
loading...
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Saleh Husin enyerahkan buku berjudul Hilirisasi Sawit, Cegah Middle Income Trap kepada Rektor UGM, Prof. Ova Emelia. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Saleh Husin mendorong pemanfaatan gas yang lebih optimal untuk mendongkrak perekonomian. Indonesia memiliki cadangan gas yang sangat besar mencapai 142,72 TSCF. Namun, hingga saat ini, baru sekitar 5,494 BBTUB yang telah dimanfaatkan.
"Dari jumlah tersebut 68,2% digunakan untuk konsumsi domestik, sementara 31,8% diekspor ke pasar internasional," ujar dia dalam Forum dialog Tekagama Forum Gas & Petrokimia bertajuk "Akselerasi Hilirisasi Gas untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional" pada Jumat (21/2/2025).
Baca Juga: Saleh Husin Doakan Patrick Kluivert Loloskan Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026
Saleh menekankan bahwa hilirisasi gas adalah kunci untuk mengoptimalkan potensi energi dengan mengolahnya menjadi produk-produk bernilai tinggi seperti LNG, amoniak, methanol, dan biodiesel.
"Hilirisasi gas ini dapat menciptakan nilai tambah yang signifikan bagi perekonomian Indonesia," ujar Saleh.
Namun, Saleh juga mencatat beberapa tantangan besar yang dihadapi oleh dunia usaha dalam mendukung hilirisasi. Masalah utama adalah tingginya harga energi gas alam yang masih lebih mahal dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia.
"Dari jumlah tersebut 68,2% digunakan untuk konsumsi domestik, sementara 31,8% diekspor ke pasar internasional," ujar dia dalam Forum dialog Tekagama Forum Gas & Petrokimia bertajuk "Akselerasi Hilirisasi Gas untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional" pada Jumat (21/2/2025).
Baca Juga: Saleh Husin Doakan Patrick Kluivert Loloskan Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026
Saleh menekankan bahwa hilirisasi gas adalah kunci untuk mengoptimalkan potensi energi dengan mengolahnya menjadi produk-produk bernilai tinggi seperti LNG, amoniak, methanol, dan biodiesel.
"Hilirisasi gas ini dapat menciptakan nilai tambah yang signifikan bagi perekonomian Indonesia," ujar Saleh.
Namun, Saleh juga mencatat beberapa tantangan besar yang dihadapi oleh dunia usaha dalam mendukung hilirisasi. Masalah utama adalah tingginya harga energi gas alam yang masih lebih mahal dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia.
Lihat Juga :