Kembangkan Agroforestri, MANU Perkuat Hilirisasi Hasil Hutan di Jatim
Jum'at, 19 Juni 2026 - 13:34 WIB
loading...
PT Mekar Asta Nusantara (MANU) memperkuat pengembangan agroforestri dan hilirisasi hasil hutan di Jawa Timur. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Mekar Asta Nusantara (MANU) memperkuat pengembangan agroforestri dan hilirisasi hasil hutan di Jawa Timur melalui kemitraan bersama kelompok tani hutan di Kabupaten Jember. Upaya tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam ajang Jambore Perhutanan Sosial Jawa Timur 2026 di Alun-Alun Reksogati, Kabupaten Madiun.
“Kalau sudah ada intervensi teknologi, pendampingan perguruan tinggi, dan kemitraan dengan dunia usaha, maka hilirisasi bisa dikembangkan sehingga produk memiliki nilai tambah yang lebih tinggi,” kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam keterangan pers, Jumat (19/6/2026).
Baca Juga: Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
Khofifah mengatakan Jawa Timur saat ini menjadi provinsi dengan luasan perhutanan sosial terbesar di Indonesia dengan porsi hampir 30 persen dari total luasan nasional. Selain itu, nilai transaksi ekonomi sektor perhutanan sosial di Jawa Timur juga tercatat sebagai yang tertinggi secara nasional.
Menurut dia, penguatan agroforestri dan hilirisasi produk berbasis kawasan hutan menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat dinilai perlu terus diperkuat.
“Kalau sudah ada intervensi teknologi, pendampingan perguruan tinggi, dan kemitraan dengan dunia usaha, maka hilirisasi bisa dikembangkan sehingga produk memiliki nilai tambah yang lebih tinggi,” kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam keterangan pers, Jumat (19/6/2026).
Baca Juga: Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
Khofifah mengatakan Jawa Timur saat ini menjadi provinsi dengan luasan perhutanan sosial terbesar di Indonesia dengan porsi hampir 30 persen dari total luasan nasional. Selain itu, nilai transaksi ekonomi sektor perhutanan sosial di Jawa Timur juga tercatat sebagai yang tertinggi secara nasional.
Menurut dia, penguatan agroforestri dan hilirisasi produk berbasis kawasan hutan menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat dinilai perlu terus diperkuat.
Lihat Juga :