Teken Kesepakatan dengan Primetals, GRP Akan Pasok Baja HRC Tanpa Karbon untuk Eropa
Rabu, 26 Februari 2025 - 17:08 WIB
loading...
A
A
A
Dibandingkan teknologi lain yang tersedia, lanjut Viehboeck, Arvedi ESP memastikan penghematan energi yang lebih tinggi, hasil material yang lebih baik, serta kualitas produk yang unggul, sambil menjamin tidak adanya penggunaan bahan bakar fosil.
“Hal ini akan memungkinkan GRP menonjol di pasar Indonesia dan internasional, serta memasuki segmen produk bernilai tambah tinggi, termasuk aplikasi otomotif,” jelasnya.
Sementara, Chief Transformation Officer GRP, Kelvin Fu mengatakan, adopsi teknologi Arvedi ESP dari Primetals Technologies, memungkinkan GRP bertransformasi dari produsen komoditas baja mentah menjadi produsen baja berkualitas tinggi dalam waktu singkat. “Tidak ada produsen baja lain di dunia yang berhasil melakukan pergeseran kategori secepat ini,” kata Kelvin.
Integrasi pabrik ESP yang baru ini, urainya, tidak hanya akan meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal di Indonesia. Lebih dari itu, juga membuka berbagai produk baja berkualitas lebih tinggi untuk pasar domestik dan internasional.
Baca Juga: Ekspor Baja GRP Tembus ke Kanada, Kemenperin: Subsektor Manufaktur dengan Kinerja Gemilang
”Investasi strategis ini tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi lonjakan permintaan global, tetapi juga memperkenalkan teknologi canggih yang meminimalkan dampak lingkungan,” tutup Kelvin.
“Hal ini akan memungkinkan GRP menonjol di pasar Indonesia dan internasional, serta memasuki segmen produk bernilai tambah tinggi, termasuk aplikasi otomotif,” jelasnya.
Sementara, Chief Transformation Officer GRP, Kelvin Fu mengatakan, adopsi teknologi Arvedi ESP dari Primetals Technologies, memungkinkan GRP bertransformasi dari produsen komoditas baja mentah menjadi produsen baja berkualitas tinggi dalam waktu singkat. “Tidak ada produsen baja lain di dunia yang berhasil melakukan pergeseran kategori secepat ini,” kata Kelvin.
Integrasi pabrik ESP yang baru ini, urainya, tidak hanya akan meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal di Indonesia. Lebih dari itu, juga membuka berbagai produk baja berkualitas lebih tinggi untuk pasar domestik dan internasional.
Baca Juga: Ekspor Baja GRP Tembus ke Kanada, Kemenperin: Subsektor Manufaktur dengan Kinerja Gemilang
”Investasi strategis ini tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi lonjakan permintaan global, tetapi juga memperkenalkan teknologi canggih yang meminimalkan dampak lingkungan,” tutup Kelvin.
(akr)
Lihat Juga :