Muhammadiyah Matangkan Rencana Pendirian Bank Syariah
Kamis, 27 Februari 2025 - 11:35 WIB
loading...
Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir dalam Rakornas Bidang Ekonomi PP Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis (28/2/2025). FOTO/ Avirista Midaada
A
A
A
MALANG - Muhammadiyah tengah mematangkan rencana pendirian bank syariah baru, meskipun saat ini masih dalam tahap kajian dan konsolidasi. Keinginan untuk mendirikan bank syariah ini dilatarbelakangi oleh potensi besar yang masih dapat dikembangkan di sektor perbankan syariah di Indonesia.
Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengungkapkan bahwa pihaknya memang merencanakan pendirian bank syariah. Namun, ia menekankan saat ini Muhammadiyah masih dalam tahap konsolidasi dengan salah satu bank syariah yang sudah ada untuk memastikan langkah tersebut tetap terarah.
"Kita harus mengkonsolidasikan agar tetap bisa berkolaborasi dengan bank syariah yang sudah ada. Pendirian bank syariah itu adalah perjalanan panjang," ujar Haedar Nashir dalam Rakornas Bidang Ekonomi PP Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis (28/2/2025).
Baca Juga: PP Muhammadiyah Soroti Tak Ada Oposisi di Indonesia Sekarang
Terkait dengan waktu pendirian bank syariah tersebut, Haedar Nashir menjelaskan bahwa keputusan apakah bank syariah Muhammadiyah akan dibangun pada tahun 2025 ini masih belum pasti. Pasalnya, pihaknya masih mempertimbangkan berbagai hal yang perlu dipersiapkan sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
"Muhammadiyah perlu mempertimbangkan beberapa faktor penting dalam memutuskan pendirian bank syariah dalam waktu dekat. Fokus utama saat ini adalah bagaimana kami dapat berkolaborasi dengan pelaku UMKM untuk menyejahterakan rakyat," jelasnya.
Menurut Haedar, Muhammadiyah memiliki potensi besar dalam bidang ekonomi, baik dari sisi permodalan, jaringan, maupun sumber daya manusia. Ke depan, Muhammadiyah berharap dapat berkontribusi besar terhadap kemajuan bangsa dengan mengusung prinsip ekonomi kerakyatan yang progresif, bukan sekadar ekonomi konglomerasi.
Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengungkapkan bahwa pihaknya memang merencanakan pendirian bank syariah. Namun, ia menekankan saat ini Muhammadiyah masih dalam tahap konsolidasi dengan salah satu bank syariah yang sudah ada untuk memastikan langkah tersebut tetap terarah.
"Kita harus mengkonsolidasikan agar tetap bisa berkolaborasi dengan bank syariah yang sudah ada. Pendirian bank syariah itu adalah perjalanan panjang," ujar Haedar Nashir dalam Rakornas Bidang Ekonomi PP Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis (28/2/2025).
Baca Juga: PP Muhammadiyah Soroti Tak Ada Oposisi di Indonesia Sekarang
Terkait dengan waktu pendirian bank syariah tersebut, Haedar Nashir menjelaskan bahwa keputusan apakah bank syariah Muhammadiyah akan dibangun pada tahun 2025 ini masih belum pasti. Pasalnya, pihaknya masih mempertimbangkan berbagai hal yang perlu dipersiapkan sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
"Muhammadiyah perlu mempertimbangkan beberapa faktor penting dalam memutuskan pendirian bank syariah dalam waktu dekat. Fokus utama saat ini adalah bagaimana kami dapat berkolaborasi dengan pelaku UMKM untuk menyejahterakan rakyat," jelasnya.
Menurut Haedar, Muhammadiyah memiliki potensi besar dalam bidang ekonomi, baik dari sisi permodalan, jaringan, maupun sumber daya manusia. Ke depan, Muhammadiyah berharap dapat berkontribusi besar terhadap kemajuan bangsa dengan mengusung prinsip ekonomi kerakyatan yang progresif, bukan sekadar ekonomi konglomerasi.
Lihat Juga :