Produksi Baja Nasional Kejar 27 Juta Ton, Kemenperin Berharap ke ISSEI 2025
Kamis, 27 Februari 2025 - 22:57 WIB
loading...
A
A
A
Karena itu dibutuhkan inovasi teknologi dan investasi dalam proses produksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Kolaborasi antara pemangku kepentingan, seperti pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat, harus diperkuat untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan industri baja.
Kolaborasi ini mencakup infrastruktur yang memadai, akses teknologi, pengembangan SDM, dan regulasi yang mendukung inovasi dan investasi. Persaingan global juga menjadi tantangan yang perlu diatasi melalui peningkatan efisiensi, inovasi, dan kualitas produk.
"Kami ingin event ISSEI bisa meningkatkan produksi baja dari 21 juta ton menjadi 27 juta ton di 2029," kata Doddy.
Baca Juga: Kanada Bakal Membalas AS untuk Tarif Impor Baja dan Alumunium
Rencananya ISSEI 2025 akan diselenggarakan di Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan Jakarta, Hall A dan B, pada 21-23 Mei 2025. Pameran bertema Bersama Industri Baja Nasional Membangun Fondasi Menuju Indonesia Emas itu akan menampilkan beragam produk inovatif dari industri besi dan baja serta turunannya.
Kolaborasi ini mencakup infrastruktur yang memadai, akses teknologi, pengembangan SDM, dan regulasi yang mendukung inovasi dan investasi. Persaingan global juga menjadi tantangan yang perlu diatasi melalui peningkatan efisiensi, inovasi, dan kualitas produk.
"Kami ingin event ISSEI bisa meningkatkan produksi baja dari 21 juta ton menjadi 27 juta ton di 2029," kata Doddy.
Baca Juga: Kanada Bakal Membalas AS untuk Tarif Impor Baja dan Alumunium
Rencananya ISSEI 2025 akan diselenggarakan di Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan Jakarta, Hall A dan B, pada 21-23 Mei 2025. Pameran bertema Bersama Industri Baja Nasional Membangun Fondasi Menuju Indonesia Emas itu akan menampilkan beragam produk inovatif dari industri besi dan baja serta turunannya.
Lihat Juga :