Dugaan Korupsi Impor Minyak Bisa Rusak Reputasi Pertamina, Ini Efeknya
Sabtu, 01 Maret 2025 - 20:00 WIB
loading...
A
A
A
Skandal ini, lanjut Achmad, juga memukul kepercayaan publik terhadap Pertamina. Dugaan pengoplosan dalam skandal ini membuat jutaan konsumen BBM Pertamina mempertanyakan apakah produk yang mereka beli benar-benar sesuai spesifikasi. "Efeknya, citra Pertamina di mata konsumen menurun drastis. Pertamina sebelumnya dipandang sebagai penyedia BBM andal, tapi kasus ini menodai reputasi tersebut," tegasnya.
Terganggunya kepercayaan ini, lanjut Achmad, bisa berdampak pada perilaku konsumen – misalnya, konsumen kelas menengah yang mungkin beralih ke SPBU swasta (Shell, BP, Vivo) yang dianggap lebih terjamin kualitasnya, meskipun pilihan itu terbatas jumlahnya.
"Pertamina perlu segera melakukan langkah pemulihan kepercayaan seperti uji kualitas BBM secara terbuka, kampanye jaminan mutu, dan komunikasi intensif bahwa praktik curang telah dihentikan," tandasnya.
Achmad menambahkan, skandal ini bahkan berpotensi menghambat prospek pertumbuhan Pertamina dalam jangka pendek. Alasannya, fokus manajemen dan pemerintah mungkin teralihkan untuk menyelesaikan masalah hukum dan melakukan reformasi internal, sehingga proyek ekspansi bisa tertunda.
"Selain itu, biaya modal Pertamina dapat meningkat jika lembaga pemeringkat atau investor menilai risiko perusahaan naik akibat lemahnya tata kelola, sehingga rencana pendanaan proyek pertumbuhan menjadi lebih mahal," kata dia.
Baca Juga: Tepis Isu Oplosan, Pertamina Tegaskan Kualitas Pertamax Sesuai Spesifikasi
Terganggunya kepercayaan ini, lanjut Achmad, bisa berdampak pada perilaku konsumen – misalnya, konsumen kelas menengah yang mungkin beralih ke SPBU swasta (Shell, BP, Vivo) yang dianggap lebih terjamin kualitasnya, meskipun pilihan itu terbatas jumlahnya.
"Pertamina perlu segera melakukan langkah pemulihan kepercayaan seperti uji kualitas BBM secara terbuka, kampanye jaminan mutu, dan komunikasi intensif bahwa praktik curang telah dihentikan," tandasnya.
Achmad menambahkan, skandal ini bahkan berpotensi menghambat prospek pertumbuhan Pertamina dalam jangka pendek. Alasannya, fokus manajemen dan pemerintah mungkin teralihkan untuk menyelesaikan masalah hukum dan melakukan reformasi internal, sehingga proyek ekspansi bisa tertunda.
"Selain itu, biaya modal Pertamina dapat meningkat jika lembaga pemeringkat atau investor menilai risiko perusahaan naik akibat lemahnya tata kelola, sehingga rencana pendanaan proyek pertumbuhan menjadi lebih mahal," kata dia.
Baca Juga: Tepis Isu Oplosan, Pertamina Tegaskan Kualitas Pertamax Sesuai Spesifikasi
Lihat Juga :