Permintaan Maaf Dirut Pertamina Soal Sengkarut Tata Kelola Minyak
Senin, 03 Maret 2025 - 12:34 WIB
loading...
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri mengungkapkan, permintaan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia terkait kasus korupsi tata kelola minyak yang belakangan menjadi sorotan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri mengungkapkan, permintaan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia terkait kasus korupsi tata kelola minyak yang belakangan tengah menjadi sorotan. Permohonan maaf disampaikan secara formal dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Pertamina, Jakarta Pusat, Senin (3/3/2025).
"Saya, Simon Aloysius Mantiri sebagai Direktur Utama PT. Pertamina Persero menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Indonesia atas peristiwa yang terjadi beberapa hari terakhir ini. Ini tentunya adalah peristiwa yang memukul kita semua, menyedihkan juga bagi kami. Dan tentunya, ini adalah salah satu ujian besar yang dihadapi oleh Pertamina," kata Dirut Pertamina, Simon Aloysius Mantiri.
Baca Juga: Dugaan Korupsi Pertamina, Sudirman Said: Game Sama, Pemain Berbeda
Lebih lanjut Simon menegaskan, bahwa Pertamina mengapresiasi penindakan hukum yang dilakukan oleh pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) atas dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh anak perusahaan Pertamina menyangkut tata kelola impor minyak mentah dan produk kilang pada tahun 2018-2023.
Ia pun mengaku, akan turut membantu Kejaksaan Agung apabila dibutuhkan bantuan dalam proses hukum yang sedang berjalan. Di samping itu, Simon juga menyampaikan bahwa Pertamina selalu berkomitmen terhadap penyelenggaran kegiatan perusahaan dengan prinsip good corporate governance (GCG).
"Saya, Simon Aloysius Mantiri sebagai Direktur Utama PT. Pertamina Persero menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Indonesia atas peristiwa yang terjadi beberapa hari terakhir ini. Ini tentunya adalah peristiwa yang memukul kita semua, menyedihkan juga bagi kami. Dan tentunya, ini adalah salah satu ujian besar yang dihadapi oleh Pertamina," kata Dirut Pertamina, Simon Aloysius Mantiri.
Baca Juga: Dugaan Korupsi Pertamina, Sudirman Said: Game Sama, Pemain Berbeda
Lebih lanjut Simon menegaskan, bahwa Pertamina mengapresiasi penindakan hukum yang dilakukan oleh pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) atas dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh anak perusahaan Pertamina menyangkut tata kelola impor minyak mentah dan produk kilang pada tahun 2018-2023.
Ia pun mengaku, akan turut membantu Kejaksaan Agung apabila dibutuhkan bantuan dalam proses hukum yang sedang berjalan. Di samping itu, Simon juga menyampaikan bahwa Pertamina selalu berkomitmen terhadap penyelenggaran kegiatan perusahaan dengan prinsip good corporate governance (GCG).
Lihat Juga :