Survei Sun Life: Perempuan di Indonesia Lebih Aman secara Finansial Namun...
Selasa, 04 Maret 2025 - 15:27 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut hasil survei menunjukkan, lebih dari tiga perempat (78%) perempuan di Indonesia merasa bahwa kondisi keuangan mereka lebih baik dibandingkan saat ibu mereka seusia mereka. Namun, beban finansial yang muncul dari tanggung jawab multi-generasi tetap menjadi tantangan utama.
Sebanyak 32% ibu melaporkan stres akibat harus mengatur kebutuhan anak dan orang tua secara bersamaan, mencerminkan tanggung jawab finansial yang signifikan dalam keluarga. Meskipun 65% perempuan telah menabung untuk perawatan lansia orang tua mereka, hanya 11% yang mengharapkan dukungan penuh dari anak-anak mereka di masa depan. Hal ini menunjukkan keinginan perempuan untuk membangun ketahanan finansial secara mandiri tanpa harus bergantung pada generasi berikutnya.
Mencapai Aspirasi Finansial
Masalah kesehatan menjadi faktor dominan yang mempengaruhi keputusan finansial perempuan. Sebanyak 59% menyebutnya sebagai pemicu utama dalam mengambil keputusan besar, diikuti oleh pembelian rumah (46%) dan perubahan signifikan dalam pendapatan (38%).
Kurangnya literasi keuangan menjadi hambatan besar bagi masa depan finansial yang lebih cerah bagi lebih dari setengah responden (56%). Hambatan lainnya termasuk pendapatan perempuan yang sering lebih rendah dibandingkan laki-laki dalam profesi yang sama (45%) serta tingginya biaya kesehatan (43%).
Bagi para ibu, aspirasi finansial utama mereka adalah memastikan keamanan jangka panjang. Tujuan yang paling umum meliputi menabung untuk pendidikan anak (69%), membangun dana darurat (53%), dan mengajarkan literasi keuangan serta konsep investasi kepada anak-anak mereka (50%).
Ketika ditanya arti dari keamanan finansial, sebagian besar perempuan menyebut memiliki tabungan yang cukup untuk pengeluaran tak terduga (74%), bebas dari utang (68%), dan memiliki pendapatan pasif yang stabil (48%).
Sebanyak 32% ibu melaporkan stres akibat harus mengatur kebutuhan anak dan orang tua secara bersamaan, mencerminkan tanggung jawab finansial yang signifikan dalam keluarga. Meskipun 65% perempuan telah menabung untuk perawatan lansia orang tua mereka, hanya 11% yang mengharapkan dukungan penuh dari anak-anak mereka di masa depan. Hal ini menunjukkan keinginan perempuan untuk membangun ketahanan finansial secara mandiri tanpa harus bergantung pada generasi berikutnya.
Mencapai Aspirasi Finansial
Masalah kesehatan menjadi faktor dominan yang mempengaruhi keputusan finansial perempuan. Sebanyak 59% menyebutnya sebagai pemicu utama dalam mengambil keputusan besar, diikuti oleh pembelian rumah (46%) dan perubahan signifikan dalam pendapatan (38%).
Kurangnya literasi keuangan menjadi hambatan besar bagi masa depan finansial yang lebih cerah bagi lebih dari setengah responden (56%). Hambatan lainnya termasuk pendapatan perempuan yang sering lebih rendah dibandingkan laki-laki dalam profesi yang sama (45%) serta tingginya biaya kesehatan (43%).
Bagi para ibu, aspirasi finansial utama mereka adalah memastikan keamanan jangka panjang. Tujuan yang paling umum meliputi menabung untuk pendidikan anak (69%), membangun dana darurat (53%), dan mengajarkan literasi keuangan serta konsep investasi kepada anak-anak mereka (50%).
Ketika ditanya arti dari keamanan finansial, sebagian besar perempuan menyebut memiliki tabungan yang cukup untuk pengeluaran tak terduga (74%), bebas dari utang (68%), dan memiliki pendapatan pasif yang stabil (48%).
Lihat Juga :