IFEX 2024, Potensi Besar Industri Mebel untuk Tetap Bertumbuh di Tingkat Global
Jum'at, 07 Maret 2025 - 15:41 WIB
loading...
Pendapatan pasar furnitur Indonesia diperkirakan mencapai US$3,30 miliar di tahun ini dengan tingkat pertumbuhan 2,26 persen untuk periode 2025 – 2029.
A
A
A
JAKARTA - Industri mebel dan kerajinan Indonesia memiliki potensi besar untuk terus bertumbuh baik di tingkat nasional maupun global. Pendapatan pasar furnitur Indonesia diperkirakan mencapai US$3,30 miliar di tahun ini dengan tingkat pertumbuhan 2,26 persen untuk periode 2025-2029. Terlebih, industri furnitur Indonesia dikenal memiliki produk dengan nilai tambah yang tinggi dan mampu bersaing di tingkat global.
Hal ini sejalan dengan apa yang dikatakan oleh Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Abdul Sobur. Ia optimis industri furnitur Indonesia mampu bersaing di tingkat dunia karena memiliki desain dan inovasi yang tidak dimiliki oleh negara lain. Indonesia juga kaya akan bahan baku untuk mendukung pertumbuhan Industri.
“Kita sangat mampu untuk bersaing di tingkat global karena kita memiliki kualitas yang sangat baik baik dari segi skill perajin maupun corak desain yang unik. Kita juga memiliki sumber daya bahan baku yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan industri ke depan,” ujar Abdul Sobur.
Seperti diketahui, Indonesia merupakan negara penghasil rotan terbesar di dunia dan ini perlu dimanfaatkan oleh para pelaku industri dengan mengkreasikan rotan dan bahan natural material lainnya menjadi produk furnitur bernilai tinggi dan estetik, tegas Sobur.
Di sisi lain, masih terdapat beberapa tantangan yang dihadapi oleh industri furnitur Indonesia agar bisa maju. Tantangan tersebut antara lain terhambatnya logistik pengiriman ekspor akibat kondisi geopolitik, kebijakan kelestarian lingkungan hidup di negara tujuan ekspor, meningkatnya impor furnitur, serta isu keamanan dalam berinvestasi.
Hal ini sejalan dengan apa yang dikatakan oleh Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Abdul Sobur. Ia optimis industri furnitur Indonesia mampu bersaing di tingkat dunia karena memiliki desain dan inovasi yang tidak dimiliki oleh negara lain. Indonesia juga kaya akan bahan baku untuk mendukung pertumbuhan Industri.
“Kita sangat mampu untuk bersaing di tingkat global karena kita memiliki kualitas yang sangat baik baik dari segi skill perajin maupun corak desain yang unik. Kita juga memiliki sumber daya bahan baku yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan industri ke depan,” ujar Abdul Sobur.
Seperti diketahui, Indonesia merupakan negara penghasil rotan terbesar di dunia dan ini perlu dimanfaatkan oleh para pelaku industri dengan mengkreasikan rotan dan bahan natural material lainnya menjadi produk furnitur bernilai tinggi dan estetik, tegas Sobur.
Di sisi lain, masih terdapat beberapa tantangan yang dihadapi oleh industri furnitur Indonesia agar bisa maju. Tantangan tersebut antara lain terhambatnya logistik pengiriman ekspor akibat kondisi geopolitik, kebijakan kelestarian lingkungan hidup di negara tujuan ekspor, meningkatnya impor furnitur, serta isu keamanan dalam berinvestasi.
Lihat Juga :