alexametrics

Jokowi: Ibu Kota Baru RI Jadi Perpindahan Analog ke Sepenuhnya Digital

loading...
Jokowi: Ibu Kota Baru RI Jadi Perpindahan Analog ke Sepenuhnya Digital
Presiden Jokowi menyampaikan semangat perpindahan Ibu Kota bukan hanya pindah lokasi, pindah gedung, bukan itu tetapi ingin pindah cara kerja, ingin meng-install sistem, serta pindah budaya kerja. Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Dalam ajang Indonesia Digital Economy Summit 2020, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak para hadirin, pelaku, dan inovator untuk ikut andil dalam Indonesia digital growth story, untuk ikut menjadi bagian dari sejarah pertumbuhan digital ekonomi di Indonesia. Tambah dia, peluangnya sangat terbuka lebar, termasuk di dalamnya nanti dalam pembangunan ibu kota baru Indonesia di Kalimantan Timur.

Karena dengan Ibu Kota baru ini, Presiden menyampaikan bahwa semangatnya bukan hanya pindah lokasi, pindah gedung, bukan itu tetapi ingin pindah cara kerja, ingin meng-install sistem, serta pindah budaya kerja sehingga sistem baru yang ingin diikuti lebih cepat dan efisien. "Kita ingin membangun sebuah basis ekonomi baru yang berbasis iptek dan inovasi, termasuk pindah dari analog ke sepenuhnya digital,” ungkap Jokowi di Jakarta, Kamis (27/2/2020).

Sambung dia mengungkapkan, Program ini menjadi program besar yang akan mendorong lompatan kemajuan Indonesia, lompatan dari mayoritas analog ke sepenuhnya digital, begitu pun dengan cara kerja pemerintahan yang juga bertransformasi ke digital.



"Ini selalu saya sampaikan kepada Menteri-menteri, termasuk mindset dan kulturnya yang berlogika digital. Harus semuanya ini pindah, pola pikir, kultur, semuanya harus berlogika digital. Oleh sebab itu, saya mengundang para hadirin di sini dan industri teknologi dunia untuk mengambil peran dalam transformasi ini,” sambungnya seperti dikutip dari laman resmi Setkab.

Di akhir sambutan, Presiden menegaskan bahwa Ibu kota negara baru adalah ibu kota yang hijau, tidak banjir dan tidak macet karena dimulai dengan tata ruang yang baik dengan slogan Green City, Smart City, and Compact City. "Banyak pedestrian, orang berjalan kaki, banyak orang bersepeda, mobil harus elektrik, dan pada lompatan berikut autonomous. Penggunaan energi yang baru terbarukan," pungkas Presiden.

Turut hadir mendampingi Presiden, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Seskab Pramono Anung, Mendikbud Nadiem Makariem, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menkominfo Jhonny G. Plate.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak