alexametrics

Rupiah Melemah, BI Lakukan Triple Intervensi

loading...
Rupiah Melemah, BI Lakukan Triple Intervensi
Bank Indonesia menegaskan selalu siap melakukan intervensi untuk menstabilkan nilai tukar rupiah. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Indonesia (BI) menyatakan siap melakukan intervensi pada rupiah yang terus melemah dan telah kembali ke level Rp14.000 per dolar AS (USD). Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, intervensi dilakukan melalui tiga langkah.

Tiga langkah itu adalah menjual valas untuk mengendalikan nilai tukar rupiah. Lalu, intervensi melalui Domestic Non Deliverable Forward (DNDF) dan intervensi melalui pembelian surat berharga negara (SBN) yang dilepas investor asing.

"Sekali lagi kami tegaskan BI akan terus berada di pasar untuk menstabilkan nilai tukar rupiah. Kita melakukan tripple intervensi," ujar Perry di Jakarta, Jumat (28/2/2020).



Dia melanjutkan, nilai tukar rupiah saat ini mengalami pelemahan year to date sebesar 1,08% serta diperdagangkan di sekitar Rp14.000/USD. Dibandingan dengan mata uang negara lain, lanjut dia, pelemahan rupiah relatif masih lebih rendah.

"Contohnya won Korea won year to date mengalami pelemahan 5,07%, baht Thailand (melemah) 6,42%, dolar Singapura melemah 3,76%, ringgit Malaysia melemah 2,91%," paparnya.

Virus corona, kata Perry, memang berdampak pada perilaku investor global terhadap kepemilikan investasinya di berbagai negara. "Mereka saat ini cenderung jual dulu, nanti kemudian masuk lagi setelah kondisi membaik dan ini terus kita pantau," jelasnya.

BI pun terus melakukan koordinasi dengan pemerintah untuk memitigasi pengaruh dari wabah corona terhadap ekonomi. "Kami koordinasi secara erat untk stabilkan makroekonomi kita. Koordinasi dengan presiden, menko perekonomian, menkeu, memitigasi pengaruh corona," tandasnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak