Trump Tepis Ancaman Resesi: Ekonomi AS dalam Masa Transisi di Tengah Perang Dagang

Selasa, 11 Maret 2025 - 15:03 WIB
loading...
A A A
"Butuh sedikit waktu, tapi saya pikir hal ini seharusnya bagus untuk kami," tambahnya saat berbicara kepada Fox News dalam sebuah wawancara.

Pekan lalu, AS memberlakukan tarif baru 25% pada impor dari Meksiko dan Kanada, tetapi kemudian dua hari kemudian membuat pengecualian untuk beberapa barang. Selain itu Trump juga menggandakan tarif untuk barang-barang dari China menjadi 20%.

Sikap Trump langsung mendapatkan respons cepat dari Beijing yang mengumumkan pajak pembalasan atas beberapa impor produk pertanian dari AS. Beberapa produk pertanian AS yang kena tarif baru 10 hingga 15% untuk masuk ke China, termasuk di antaranya ayam, sapi, babi, gandum, dan kedelai.

Direktur asal China di perusahaan konsultan The Asia Group, Han Shen Lin mengatakan kepada program BBC Today: "Anda melihat banyak tit for tat antara kedua belah pihak untuk menunjukkan bahwa tidak ada pihak yang akan mundur dengan mudah.

"China telah menyadari bahwa mereka mungkin tidak dapat mengandalkan ekspor seperti dulu untuk mendongkrak pertumbuhan PDB sehingga lebih fokus pada ekonomi domestik saat ini," terangnya.

Wall Street mengalami tekanan sejak Trump memicu perang dagang dengan mitra dagang utama AS. Investor khawatir tarif akan menyebabkan, harga-harga menjadi lebih tinggi dan pada akhirnya mengurangi pertumbuhan ekonomi terbesar di dunia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Gaya Hidup Miliarder,...
Gaya Hidup Miliarder, Begini Cara Keluarga Trump Membelanjakan Hartanya
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Rekomendasi
Begal dan Curanmor,...
Begal dan Curanmor, Kasus Besar yang Diungkap Polda Riau dalam Semalam
Perbandingan 5 Varian...
Perbandingan 5 Varian BYD M6 DM: Mana yang Pas untuk Kebutuhan Anda?
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Dugaan Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka
Berita Terkini
Komut Pertamina Pastikan...
Komut Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi Energi di NTT
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Pegadaian Gelar LEXIS...
Pegadaian Gelar LEXIS 2026, Langkah Strategis Layani Masyarakat di Tengah Transformasi Hukum Nasional
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved