Pengembangan Proyek Gas Dinilai Hambat Tujuan Iklim Indonesia

Senin, 17 Maret 2025 - 18:58 WIB
loading...
Pengembangan Proyek...
Pengembangan proyek gas justru berisiko menghalangi Indonesia dalam memenuhi target-target Perjanjian Paris. FOTO/iStock
A A A
JAKARTA - Indonesia memiliki cadangan gas alam yang cukup besar, namun untuk mengembangkan infrastruktur gas tersebut dibutuhkan investasi sekitar USD32,42 miliar. Meski demikian, laporan terbaru yang disusun oleh debtWATCH dan Trend Asia menunjukkan bahwa pengembangan proyek gas justru berisiko menghalangi Indonesia dalam memenuhi target-target Perjanjian Paris.

Emisi yang dihasilkan dari penggunaan gas, terutama metana, diketahui memberikan dampak yang signifikan terhadap kerusakan iklim. Hal ini menghambat upaya Indonesia untuk beralih ke sumber energi yang lebih ramah lingkungan dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Baca Juga: Nicke Widyawati Bungkam setelah Diperiksa KPK terkait Kasus Korupsi di PGN

Pendanaan untuk proyek gas melibatkan lembaga-lembaga keuangan internasional seperti Asian Development Bank (ADB), Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), dan World Bank Group. Namun, dukungan finansial ini mencerminkan ketidakpastian dalam komitmen iklim lembaga-lembaga tersebut. Sebab, mereka masih menyediakan pendanaan untuk proyek energi kotor, termasuk gas alam cair (LNG), meskipun telah memiliki kebijakan pembatasan pendanaan untuk energi yang berdampak buruk pada lingkungan.

"Dana untuk LNG justru memperpanjang transisi energi yang sesungguhnya dan mempertahankan dominasi perusahaan terhadap sumber daya alam Indonesia. Dengan ekspansi LNG, Indonesia lebih difokuskan untuk menjadi pemasok gas bagi negara maju daripada memenuhi kebutuhan energi dalam negeri. Ini bukanlah langkah menuju kedaulatan energi, tetapi lebih kepada eksploitasi ekonomi yang dibungkus dengan klaim transisi energi," jelas Diana Gultom, perwakilan dari debtWATCH Indonesia, dalam pernyataannya pada Senin (17/3/2025).

Pemerintah Indonesia terus berencana mengembangkan infrastruktur gas, yang dimulai sejak pemanfaatan gas cair pertama kali pada tahun 1960-an. Saat ini, pemerintah tengah mempromosikan gas sebagai bagian dari strategi transisi energi. Dalam Kebijakan Energi Nasional (KEN), pemerintah mengusulkan untuk terus meningkatkan peran gas dalam bauran energi primer hingga tahun 2060.

Baca Juga: Pasokan Gas Bumi Turun, DEN Anjurkan Impor Jaga Ketahanan Energi

“Pemerintah sering mempresentasikan diri di forum internasional dengan klaim akan mengurangi ketergantungan pada energi fosil, namun kebijakan domestiknya justru memasukkan gas sebagai bagian dari transisi energi yang disebut-sebut sebagai ‘jembatan transisi’. Ini justru membuat Indonesia semakin jauh dari target pengurangan emisi yang seharusnya dicapai,” ujar Novita, juru kampanye energi fosil dari Trend Asia.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
Rekomendasi
FIFA Beri Lampu Hijau,...
FIFA Beri Lampu Hijau, Michael Oliver Pimpin Laga Belanda vs Swedia
MNC University Siapkan...
MNC University Siapkan Program Double Degree dan Pertukaran Mahasiswa dengan Kampus ASEAN
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved