Makin Suram, OECD Pangkas Proyeksi Ekonomi Indonesia Jadi 4,9% di 2025
Selasa, 18 Maret 2025 - 19:32 WIB
loading...
Pemandangan gedung-gedung bertingkat yang diselimuti kabut asap pada jam sibuk pagi hari di Jakarta pada 23 Agustus 2023. FOTO/Reuters
A
A
A
JAKARTA - Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) memangkas proyeksi ekonomi Indonesia pada 2025 dari 5,2% menjadi 4,9%. Penurunan ini sejalan dengan pelambatan ekonomi yang juga dialami oleh negara-negara berkembang anggota G20.
Berdasarkan laporan terbaru, melambatnya perekonomian global memberikan dampak pada Indonesia. Meskipun demikian, ekspor Indonesia masih mendapatkan manfaat dari pergeseran rantai pasokan global, yang dipicu oleh kebijakan perdagangan yang semakin ketat di sejumlah negara.
"Perlambatan ekonomidiperkirakan tidak akan terasa signifikan di India dan Indonesia, karena kedua negara tersebut berhasil menarik lebih banyak bisnis yang pindah dari negara-negara penghasil utama yang terkena dampak kenaikan tarif yang tajam," tulis OECD dalam laporannya, yang diterbitkan pada Selasa (18/3).
Baca Juga: IHSG Suram, Analis: Investor Khawatir dengan Ekonomi RI dan Pasar Keuangan
Meski diperkirakan ada penurunan dalam tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025, OECD mengharapkan adanya sedikit pemulihan pada 2026 dengan proyeksi pertumbuhan mencapai 5%. Selain Indonesia, ekonomi China juga diprediksi mengalami penurunan, dengan pertumbuhan diperkirakan hanya mencapai 4,8% pada 2025 dan menurun lebih lanjut menjadi 4,4% pada 2026. Di sisi lain, ekonomi India diperkirakan akan tetap tumbuh dengan solid, yakni 6,4% pada 2024-2025, dan sedikit meningkat menjadi 6,6% pada 2025-2026.
Berdasarkan laporan terbaru, melambatnya perekonomian global memberikan dampak pada Indonesia. Meskipun demikian, ekspor Indonesia masih mendapatkan manfaat dari pergeseran rantai pasokan global, yang dipicu oleh kebijakan perdagangan yang semakin ketat di sejumlah negara.
"Perlambatan ekonomidiperkirakan tidak akan terasa signifikan di India dan Indonesia, karena kedua negara tersebut berhasil menarik lebih banyak bisnis yang pindah dari negara-negara penghasil utama yang terkena dampak kenaikan tarif yang tajam," tulis OECD dalam laporannya, yang diterbitkan pada Selasa (18/3).
Baca Juga: IHSG Suram, Analis: Investor Khawatir dengan Ekonomi RI dan Pasar Keuangan
Meski diperkirakan ada penurunan dalam tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025, OECD mengharapkan adanya sedikit pemulihan pada 2026 dengan proyeksi pertumbuhan mencapai 5%. Selain Indonesia, ekonomi China juga diprediksi mengalami penurunan, dengan pertumbuhan diperkirakan hanya mencapai 4,8% pada 2025 dan menurun lebih lanjut menjadi 4,4% pada 2026. Di sisi lain, ekonomi India diperkirakan akan tetap tumbuh dengan solid, yakni 6,4% pada 2024-2025, dan sedikit meningkat menjadi 6,6% pada 2025-2026.
Lihat Juga :