Studi IESR: Potensi Pengembangan EBT Layak Finansial Capai 333 GW
Rabu, 26 Maret 2025 - 12:45 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Penerapan EBT di Perdesaan Penting untuk Pelayanan Publik
Guna mendorong terwujudnya investasi pengembangan EBT tersebut,IESR mendorong pemerintah untuk mengakomodasi alokasi penggunaan lahan untuk energi terbarukan dalam perencanaan tata ruang daerah, menyederhanakan proses pengadaan lahan untuk mengurangi risiko investasi, serta menetapkan target spesifik per daerah dalam pemanfaatan energi terbarukan.
Sementara, untuk mengakomodasi integrasi lokasi energi terbarukan dengan potensi keuntungan tinggi, PLN dapat menyusun perencanaan serta perluasan jaringan ke lokasi-lokasi yang teridentifikasi tersebut dan reformasi mekanisme pengadaan. Untuk menentukan skala prioritas pengembangan energi terbarukan, lanjutnya, IESR mendorong pengembang untuk memprioritaskan proyek dengan potensi keuntungan tinggi dan mengoptimalkan desain serta perencanaan keuangan.
Dalam diskusi yang sama, Ketua Pakar Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) Herman Darnel Ibrahim menegaskan bahwa energi surya menjadi sumber daya yang dominan dalam transisi energi dan berperan penting untuk masa depan energi Indonesia.Dia menambahkan, pengembangan teknologi energi surya saat ini pun sudah matang dan semakin kompetitif, terutama dibandingkan dengan pembangkit tenaga nuklir maupun gas.
Karena itu, dia meyakini investasipengembangan PLTS maupun PLTB memiliki prospek yang baik di masa mendatang. Nilai investasi PLTS secara global pada tahun 2024 menurutnya mencapai USD503 miliar. "Transisi energi secara global pun saat ini didominasi oleh tenaga surya dan bayu," tutupnya.
Guna mendorong terwujudnya investasi pengembangan EBT tersebut,IESR mendorong pemerintah untuk mengakomodasi alokasi penggunaan lahan untuk energi terbarukan dalam perencanaan tata ruang daerah, menyederhanakan proses pengadaan lahan untuk mengurangi risiko investasi, serta menetapkan target spesifik per daerah dalam pemanfaatan energi terbarukan.
Sementara, untuk mengakomodasi integrasi lokasi energi terbarukan dengan potensi keuntungan tinggi, PLN dapat menyusun perencanaan serta perluasan jaringan ke lokasi-lokasi yang teridentifikasi tersebut dan reformasi mekanisme pengadaan. Untuk menentukan skala prioritas pengembangan energi terbarukan, lanjutnya, IESR mendorong pengembang untuk memprioritaskan proyek dengan potensi keuntungan tinggi dan mengoptimalkan desain serta perencanaan keuangan.
Dalam diskusi yang sama, Ketua Pakar Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) Herman Darnel Ibrahim menegaskan bahwa energi surya menjadi sumber daya yang dominan dalam transisi energi dan berperan penting untuk masa depan energi Indonesia.Dia menambahkan, pengembangan teknologi energi surya saat ini pun sudah matang dan semakin kompetitif, terutama dibandingkan dengan pembangkit tenaga nuklir maupun gas.
Karena itu, dia meyakini investasipengembangan PLTS maupun PLTB memiliki prospek yang baik di masa mendatang. Nilai investasi PLTS secara global pada tahun 2024 menurutnya mencapai USD503 miliar. "Transisi energi secara global pun saat ini didominasi oleh tenaga surya dan bayu," tutupnya.
(fjo)
Lihat Juga :