Tanaman Hias yang Mengubah Hidup Sueb di Tajurhalang Bogor
Jum'at, 28 Maret 2025 - 21:11 WIB
loading...
A
A
A
Melalui program ini, ia diperkenalkan dengan para pelaku usaha sejenis dan berkesempatan memperluas jaringan. “Dengan ikut program BRI, saya akan dipertemukan dengan orang-orang yang bergerak di bidang yang sama,” ujarnya. Harapannya, dengan dukungan ini, ia bisa lebih dikenal oleh pihak-pihak besar, termasuk instansi seperti Dinas Pekerjaan Umum.
Saat ini, tanaman paling laris di tempatnya adalah Ketapang Kencana, yang dijual mulai dari Rp25 ribu hingga Rp500 ribu, tergantung ukuran. Disusul Palem Jepang dan Palem Kuning yang harganya berkisar Rp30 ribu hingga Rp500 ribu. Sebagian besar tanaman ia tanam dari bibit, sementara sebagian lainnya diperoleh dari masyarakat sekitar yang butuh menjual tanaman mereka.
Selain menjual tanaman, Pak Sueb juga menerima permintaan pembuatan taman untuk perumahan dan perkantoran. “Kalau untuk rumah, biasanya pakai Beringin Korea, Yasmin, dan Bonsai. Tapi kalau untuk area perumahan, lebih ke tanaman pelindung,” jelasnya. Harga proyek taman berkisar mulai Rp25 juta, tergantung jenis dan jumlah tanaman yang digunakan.
Meski bisnisnya terus berkembang dengan pendapatan sekitar Rp50 juta per bulan, tantangan tetap ada. Salah satunya adalah perawatan tanaman yang lebih sulit, seperti Bonsai dan Palm Sikas yang rentan terkena hama. Namun, dengan semangat dan dukungan BRI, Pak Sueb optimistis bisa terus maju.
“Harapan saya, melalui BRI, saya bisa lebih dikenal oleh instansi besar, sehingga usaha ini bisa semakin berkembang,” pungkasnya. Dengan kerja keras dan ekosistem usaha yang mendukung, Pak Sueb membuktikan bahwa ketekunan dan kolaborasi bisa menjadi kunci kesuksesan.
![Tanaman Hias yang Mengubah Hidup Sueb di Tajurhalang Bogor]()
Saat ini, tanaman paling laris di tempatnya adalah Ketapang Kencana, yang dijual mulai dari Rp25 ribu hingga Rp500 ribu, tergantung ukuran. Disusul Palem Jepang dan Palem Kuning yang harganya berkisar Rp30 ribu hingga Rp500 ribu. Sebagian besar tanaman ia tanam dari bibit, sementara sebagian lainnya diperoleh dari masyarakat sekitar yang butuh menjual tanaman mereka.
Selain menjual tanaman, Pak Sueb juga menerima permintaan pembuatan taman untuk perumahan dan perkantoran. “Kalau untuk rumah, biasanya pakai Beringin Korea, Yasmin, dan Bonsai. Tapi kalau untuk area perumahan, lebih ke tanaman pelindung,” jelasnya. Harga proyek taman berkisar mulai Rp25 juta, tergantung jenis dan jumlah tanaman yang digunakan.
Meski bisnisnya terus berkembang dengan pendapatan sekitar Rp50 juta per bulan, tantangan tetap ada. Salah satunya adalah perawatan tanaman yang lebih sulit, seperti Bonsai dan Palm Sikas yang rentan terkena hama. Namun, dengan semangat dan dukungan BRI, Pak Sueb optimistis bisa terus maju.
“Harapan saya, melalui BRI, saya bisa lebih dikenal oleh instansi besar, sehingga usaha ini bisa semakin berkembang,” pungkasnya. Dengan kerja keras dan ekosistem usaha yang mendukung, Pak Sueb membuktikan bahwa ketekunan dan kolaborasi bisa menjadi kunci kesuksesan.

(sto)
Lihat Juga :