Wall Street Tumbang Imbas Tarif Trump, Ini Prediksi Bursa Saham RI Pekan Depan

Sabtu, 05 April 2025 - 09:45 WIB
loading...
Wall Street Tumbang...
Pengenaan tarif Trump diprediksi akan berdampak pada pasar saham di Indonesia. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Saham AS dibuka turun tajam pada hari Jumat (4/4), setelah Tiongkok mengenakan tarif baru pada semua barang AS sebagai tanggapan terhadap pungutan besar-besaran oleh pemerintahan Trump, yang meningkatkan perang dagang global.

Kementerian Perdagangan China mengatakan bahwa pihaknya akan mengenakan bea masuk sebesar 34 persen pada semua produk AS. Tarif ini sama dengan tarif yang dikenakan pada barang-barang Cina yang masuk ke AS.

Baca Juga: 10 Negara yang Kena Tarif Impor Trump Terbesar, Mayoritas Negara-negara Asia

Melansir Investing, Nasdaq anjlok lebih dari 20 persen dari level penutupan tertinggi sepanjang masa yang dicapai pada bulan Desember lalu. Hal itu membuatnya mengonfirmasi pasar yang sedang lesu.

Adapun, S&P 500 turun 134,05 poin atau 2,48 persen menjadi 5.262,47 poin, sementara Nasdaq Composite turun 473,16 poin atau 2,86 persen menjadi 16.077,44. Serta Dow Jones Industrial Average turun 994,46 poin atau 2,45 persen menjadi 39.551,47.

Saham pembuat iPhone Apple anjlok lebih dari 3 persen, menambah kerugian 10 persen selama seminggu. Perusahaan kecerdasan buatan Nvidia turun 5 persen, sementara Tesla turun 6 persen. Ketiga perusahaan tersebut memiliki eksposur besar ke Cina dan termasuk yang paling terpukul oleh bea masuk balasan Beijing.

“Pemerintahan Trump mungkin sedang bermain adu strategi dengan mitra dagang, tetapi pelaku pasar tidak mau menunggu hasilnya,” kata Michael Arone, kepala strategi investasi SPDR di State Street Global Advisors.

Di sisi lain, imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun turun kembali di bawah 4 persen pada hari Jumat karena investor membanjiri obligasi untuk mencari keamanan, mendorong harga naik dan suku bunga turun. Sementara itu, JPMorgan pada Kamis malam menaikkan kemungkinan resesi tahun ini menjadi 60 persen dari sebelumnya 40 persen.

Pengenaan tarif ini diprediksi juga akan berdampak pada pasar saham di Indonesia. Vice President Marketing, Strategy and Planning Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi mengatakan memperkirakan, kebijakan ini akan berimbas pada pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat pasar mulai dibuka kembali pada 8 April 2025 mendatang.

Untuk itu, sejumlah langkah strategis yang dapat dilakukan oleh pemerintah untuk menjaga pasar tetap kondusif antara lain dengan membuka peluang diversifikasi pasar ekspor maka dapat memanfaatkan free trade agreement (FTA) dengan beberapa negara Asia, Timur Tengah dan Eropa.

Baca Juga: Perang Dagang Mencekam, China Balas Tarif Impor 34% untuk Semua Barang dari AS

Adapun IHSG diproyeksi bergerak melemah dalam rentang level support 6.150 dan resistance 6.660, meski tren jangka pendek menunjukkan penguatan tren sebelum libur bursa. Spekulasi pasar juga diperkirakan meningkat seiring dengan kekhawatiran dampak ekonomi, sehingga perpindahan aset dari saham diperkirakan meningkat.

Audi menambahkan, saat ini yang diperlukan pasar yakni terkait respons dan pandangan pemerintah atas tarif resiprokal AS tersebut. "Pasar membutuhkan langkah mitigasi dan strategis ke depannya," jelas Audi.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Rupiah Menguat, IHSG...
Rupiah Menguat, IHSG Hari Ini Ditutup Melejit Nyaris 2%
IHSG Sesi Siang Berbalik...
IHSG Sesi Siang Berbalik Meroket 2,69% Tembus Level 6.041
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.873, Asing Net Sell Rp1,17 Triliun
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Status Pasar Modal RI...
Status Pasar Modal RI Tetap Emerging Market, Kekhawatiran Investor Hilang?
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Rekomendasi
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
SMP Islam Amalina Raih...
SMP Islam Amalina Raih Penghargaan Most Innovative Eco Project di ESD Symposium 2026 Malaysia
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Berita Terkini
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Infografis
Ini 3 Negara Musuh AS...
Ini 3 Negara Musuh AS yang Tidak Terkena Tarif Impor Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved