Prabowo Ingin Kuota Impor Tak Diskriminatif dan Hanya Untungkan Segelintir Orang
Rabu, 09 April 2025 - 09:18 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengatakan kuota impor komoditas atau bahan baku tidak boleh diskriminatif dan hanya menguntungkan segelintir perusahaan-perusahaan besar.
"Bikin kuota-kuota abis itu perusahaan A, B, C, D yang hanya ditunjuk. Hanya dia boleh impor, enak saja," ujar Prabowo dalam Sarasehan Ekonomi bersama Presiden, di Jakarta, Selasa (8/4).
Baca Juga: Respons Jokowi Tanggapi Pertemuan Megawati dengan Prabowo
Dia menginstruksikan jajaran di pemerintahan untuk menghilangkan mekanisme kuota impor yang menghambat neraca perdagangan. Hal ini merespons aspirasi dari para pengusaha yang tergabung di Apindo yang ingin menyeimbangkan neraca perdagangan dengan Amerika Serikat (AS) menyusul tarif resiprokal AS yang ditetapkan Presiden Donald Trump.
"Waktu Pak Menko memanggil kami semua untuk bagaimana kita mengantisipasi dampak dari tarif resiprokal AS, kami langsung hubungi mitra kami di AS untuk melihat. Karena AS itu jelas mau melihat bagaimana menurunkan defisit. Berapa yang kamu bisa impor dan kapan? ini adalah salah satu tugas kami. Ada kapas, jagung," jelas Shinta Kamdani, Ketum Apindo.
"Bikin kuota-kuota abis itu perusahaan A, B, C, D yang hanya ditunjuk. Hanya dia boleh impor, enak saja," ujar Prabowo dalam Sarasehan Ekonomi bersama Presiden, di Jakarta, Selasa (8/4).
Baca Juga: Respons Jokowi Tanggapi Pertemuan Megawati dengan Prabowo
Dia menginstruksikan jajaran di pemerintahan untuk menghilangkan mekanisme kuota impor yang menghambat neraca perdagangan. Hal ini merespons aspirasi dari para pengusaha yang tergabung di Apindo yang ingin menyeimbangkan neraca perdagangan dengan Amerika Serikat (AS) menyusul tarif resiprokal AS yang ditetapkan Presiden Donald Trump.
"Waktu Pak Menko memanggil kami semua untuk bagaimana kita mengantisipasi dampak dari tarif resiprokal AS, kami langsung hubungi mitra kami di AS untuk melihat. Karena AS itu jelas mau melihat bagaimana menurunkan defisit. Berapa yang kamu bisa impor dan kapan? ini adalah salah satu tugas kami. Ada kapas, jagung," jelas Shinta Kamdani, Ketum Apindo.
Lihat Juga :