Kredit Perbankan Tumbuh 10,3% di Februari 2025, Didorong Bank BUMN

Jum'at, 11 April 2025 - 14:36 WIB
loading...
Kredit Perbankan Tumbuh...
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan pertumbuhan kredit di Februari 2025. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Kredit Perbankan Tumbuh 10,3% di Februari 2025, Didorong Bank BUMN

JAKARTA-

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan pertumbuhan kredit double digit atau 10,3% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 7.825 triliun per Februari 2025. Kredit investasi menjadi pendorong pertumbuhan utama, yakni 14,62% yoy. Lalu kredit modal kerja dan kredit konsumsi masing-masing, naik 7,66% yoy dan 10,31% yoy.

"Kinerja intermediasi perbankan relatif stabil dengan profil risiko yang terjaga. Pada Februari 2025, pertumbuhan kredit tetap melanjutkan double digit growth, yaitu sebesar 10,30 persen year on year," ujar Dian dalam konferensi pers RDKB OJK, Jumat (11/4/2025).

Berdasarkan jenis penggunaannya, kredit investasi mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 14,62 persen. Diikuti oleh kredit konsumsi sebesar 10,31 persen, dan kredit modal kerja tumbuh sebesar 7,66 persen. Dari sisi kepemilikan bank, Bank BUMN menjadi pendorong utama pertumbuhan kredit dengan kenaikan sebesar 10,93 persen yoy.

Berdasarkan kategori debitur, kredit korporasi tumbuh signifikan sebesar 15,95 persen, sementara kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tumbuh sebesar 2,51 persen.

Dian juga menyoroti likuiditas industri perbankan pada Februari 2025 yang tetap memadai. Rasio Alat Likuid ke Non-Core Deposit (AL/NCD) tercatat sebesar 116,76 persen (naik dari 114,86 persen di Januari), dan rasio Alat Likuid ke Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 26,35 persen (naik dari 26,03 persen di Januari). Kedua rasio ini masih jauh di atas batas minimum yang ditetapkan regulator.

Selain itu, Liquidity Coverage Ratio (LCR) berada di level yang kuat, yaitu 210,14 persen. Kualitas kredit perbankan juga terjaga dengan baik. Rasio Non-Performing Loan (NPL) gross tercatat sebesar 2,22 persen naik tipis dari 2,18 persen di Januari, dan NPL net sebesar 0,81 persen naik tipis dari 0,79 persen di Januari.

Baca Juga: Judi Online Disikat, OJK Blokir Lebih dari 10.000 Rekening

Loan at Risk (LAR) juga relatif stabil di level 9,77 persen (naik tipis dari 9,72 persen di Januari). Meskipun ada sedikit peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya, rasio NPL gross dan LAR menunjukkan penurunan dibandingkan posisi Februari 2024. Bahkan, rasio LAR saat ini sudah berada di bawah level sebelum pandemi Covid-19.

Ketahanan perbankan secara keseluruhan tetap kuat, tercermin dari Capital Adequacy Ratio (CAR) yang tinggi, yaitu sebesar 26,98 persen (sedikit menurun dari 27,01 persen di Januari). CAR yang kuat ini menjadi bantalan mitigasi risiko di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Mengenai kredit buy now pay later (BNPL), Dian menyampaikan bahwa porsinya di perbankan masih relatif kecil, yaitu 0,25 persen dari total kredit. Namun, kredit BNPL mencatatkan pertumbuhan yang sangat tinggi secara tahunan.

Baca Juga: Bursa Saham Rontok, OJK Sebut Prabowo Tak Beri Arahan Khusus

Pada Februari 2025, debitur kredit BNPL yang tercatat dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) tumbuh sebesar 36,60 persen yoy menjadi Rp21,98 triliun dengan jumlah rekening mencapai 23,66 juta sedikit menurun dari 24,44 juta di Januari.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPR Rumah Subsidi Bisa...
KPR Rumah Subsidi Bisa Dicicil hingga 40 Tahun, Bunga Tetap 5%
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Bank Mandiri Cetak Laba...
Bank Mandiri Cetak Laba Rp15,4 Triliun di Kuartal I 2026, Kucurkan Kredit Rp1.530 T
Pertumbuhan Kredit Februari...
Pertumbuhan Kredit Februari 2026 Sedikit Lambat ke 9,37%, Perbankan Salurkan Rp8.559 T
Dirut BRI: Fundamental...
Dirut BRI: Fundamental Industri Perbankan Solid, Akselerasi Kredit Butuh Penguatan Demand
Friderica Widyasari...
Friderica Widyasari Dewi Ditunjuk Jadi PJ Ketua OJK
OJK Resmi Cabut Izin...
OJK Resmi Cabut Izin Usaha Jiwasraya
KPK Geledah Kantor OJK...
KPK Geledah Kantor OJK Terkait Dugaan Korupsi Dana CSR, Sita Sejumlah Dokumen
Rekomendasi
Penasaran dengan Isi...
Penasaran dengan Isi Kakbah yang dijadikan Kiblat Salat? Simak Penjelasannya di Sini!
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Menanti 3 Rekor Der Panzer
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Berita Terkini
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved