China Balas Dendam ke AS, Naikkan Tarif Impor Jadi 125%

Jum'at, 11 April 2025 - 18:31 WIB
loading...
China Balas Dendam ke...
China membalas tarif impor Presiden Donald Trump, dengan menaikkan bea masuk atas impor barang-barang asal Amerika Serikat (AS) menjadi 125% dari 84%. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - China membalas tarif impor Presiden Donald Trump, dengan menaikkan bea masuk atas impor barang-barang asal Amerika Serikat (AS) menjadi 125% dari 84%. Aksi perang tarif dua raksasa ekonomi dunia semakin memanaskan perang dagang AS-China yang telah mengguncang bursa saham AS.

Konflik perdagangan menjadi sentimen negatif buat investor, bahkan ketika Trump menunda penerapan tarif selama 90 hari. Beijing memberikan sinyal bakal terus melawan dengan menaikkan tarif, ketika Washington melanjutkan eskalasinya.

Sementara itu Gedung Putih mengklarifikasi, bahwa tarif AS atas impor China sekarang setidaknya mencapai 145%, bukan 125% yang dikatakan Trump sebelumnya. Baca Juga: Trump Tambah Tarif Impor dari China Jadi 145%, Importir AS Kocar-kacir

Trump dan anggota kabinetnya berusaha meyakinkan investor bahwa segala sesuatunya akan "berhasil" dengan China. Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan, dia yakin AS akan berada di tempat yang "sangat pasti" setelah "jeda" karena pemerintah ingin menegosiasikan kesepakatan perdagangan baru dengan para mitra dagangnya.

Sementara itu, tarif dasar 10% yang mulai berlaku pada 5 April tetap berjalan untuk semua impor yang terkena dampak ke AS.

Dalam hal Perjanjian Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA), barang-barang impor yang memenuhi syarat bakal bebas tarif ketika diperdagangkan di antara ketiga negara. Sedangkan barang-barang yang tidak sesuai dikenakan tarif sebesar 25% — kecuali energi dan kalium, yang dikenakan tarif sebesar 10%.

China Balas Tarif AS

China menaikkan tarif impor barang-barang AS menjadi 125%, atau mengalami kenaikan dari 84% yang direncanakan sebelumnya, sebagai respons terhadap langkah tarif timbal balik Presiden Trump.

Kementerian Keuangan Republik Rakyat Tiongkok (MOF) mengatakan: "AS secara bergantian menaikkan tarif tinggi yang tidak normal pada China dengan memainkan angka,".

"Ini akan menjadi lelucon dalam sejarah ekonomi dunia," kata juru bicara Kementerian Perdagangan.

Baca Juga: Gencatan Senjata Versi Trump Jadi Pertaruhan Besar Putin

"Pada tingkat tarif saat ini, ekspor AS ke China tidak lagi layak secara komersial. Jika Washington melanjutkan 'permainan tarif', Beijing akan mengabaikannya. Tetapi jika AS terus merugikan kepentingan China, China akan merespons dengan tegas dan tanpa ragu-ragu," tambah MOF.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Rekomendasi
10 Fakta Menarik Grup...
10 Fakta Menarik Grup C Piala Dunia 2026: Maroko Ukir Sejarah, Vinicius Sentuh Rekor 3 Legenda Brasil
5 Pangdam Lulusan Akmil...
5 Pangdam Lulusan Akmil 1997 Teman Satu Angkatan Danpaspampres Mayjen Edwin Adrian Sumantha
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Berita Terkini
Tanda Tangani PKB 2026,...
Tanda Tangani PKB 2026, Menaker Titip 3 Agenda Strategis ke Jasa Raharja
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Status Pasar Modal RI...
Status Pasar Modal RI Tetap Emerging Market, Kekhawatiran Investor Hilang?
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved