Kena Tarif Baru Trump 32%, Wamen BUMN: Tantangan Revitalisasi Industri
Minggu, 13 April 2025 - 19:55 WIB
loading...
Wamen BUMN Aminudin Maruf menilai tarif resiprokal yang diterapkan Amerika Serikat (AS) bagi negara mitra dagang menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara ( Wamen BUMN ) Aminudin Ma'ruf menilai tarif resiprokal yang diterapkan Amerika Serikat (AS) bagi negara mitra dagang menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia. Tarif bea masuk yang dikenakan AS ke Indonesia sebesar 32%.
Aminudin mencatat, kebijakan proteksionisme Presiden AS Donald Trump perlu dijadikan momentum untuk melaksanakan revitalisasi industri di dalam negeri. Baca Juga: China Balas Dendam ke AS, Naikkan Tarif Impor Jadi 125%
“Tantangan bagi kita untuk momentum untuk kita lebih revitalisasi industri,” ujar Aminudin saat ditemui wartawan di TMII, Jakarta Timur, Minggu (13/4/2025).
Tarif resiprokal membuat memberi dampak buruk atau menimbulkan ketidakpastian bagi perdagangan global. Kondisi ini membuat kecemasan banyak negara, termasuk Indonesia.
Tercatat lebih dari 60 negara mitra dagang AS yang memiliki surplus diberlakukan tarif bea masuk yang tinggi tersebut. Untuk Indonesia, pemerintah tengah melakukan upaya negosiasi agar tarif yang diberlakukan saat ini bisa ditekan dampak buruknya.
Aminudin mencatat, kebijakan proteksionisme Presiden AS Donald Trump perlu dijadikan momentum untuk melaksanakan revitalisasi industri di dalam negeri. Baca Juga: China Balas Dendam ke AS, Naikkan Tarif Impor Jadi 125%
“Tantangan bagi kita untuk momentum untuk kita lebih revitalisasi industri,” ujar Aminudin saat ditemui wartawan di TMII, Jakarta Timur, Minggu (13/4/2025).
Tarif resiprokal membuat memberi dampak buruk atau menimbulkan ketidakpastian bagi perdagangan global. Kondisi ini membuat kecemasan banyak negara, termasuk Indonesia.
Tercatat lebih dari 60 negara mitra dagang AS yang memiliki surplus diberlakukan tarif bea masuk yang tinggi tersebut. Untuk Indonesia, pemerintah tengah melakukan upaya negosiasi agar tarif yang diberlakukan saat ini bisa ditekan dampak buruknya.
Lihat Juga :