Senjata Makan Tuan, Tarif Impor Bikin Kekayaan Trump Tergerus Rp8,3 Triliun
Senin, 14 April 2025 - 08:32 WIB
loading...
Tarif impor Amerika Serikat (AS) menjadi senjata makan tuan buat Presiden Donald Trump, ketika kekayaannya turun setengah miliar dolar (USD500 juta setara Rp8,3 triliun) hanya dalam hitungan hari. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Tarif impor Amerika Serikat (AS) menjadi senjata makan tuan buat Presiden Donald Trump , ketika kekayaannya turun setengah miliar dolar (USD500 juta setara Rp8,3 triliun) hanya dalam hitungan hari. Setelah melepaskan tembakan pertama dalam perang perdagangan global pada awal bulan, kebijakan tarif menjadi pukulan telak bagi deretan orang terkaya di dunia, termasuk dirinya sendiri.
Pada awal April, ketika Trump meluncurkan rencana tarif, Forbes mematok kekayaan bersihnya pada posisi USD4,7 miliar. Kurang dari seminggu setelahnya, harta Trump turun menjadi sekitar USD4,2 miliar, karena nilai saham publik dan kepemilikan swastanya jatuh seiring dengan gejolak pasar.
Baca Juga: Tarif Trump Gerus Kekayaan 5 Miliarder Mode Teratas, Nomor 1 Rugi Rp547,4 T
Kerugian terbesar Trump berasal dari aset paling berharganya, Trump Media and Technology Group, yang turun 8% hanya dalam waktu tiga hari perdagangan hingga menyentuh harga terendah sejak Oktober. Pukulan sekitar USD170 juta hanya merupakan awal dari masalah.
Kepemilikan real estat komersial Trump juga turun sekitar USD90 juta, dengan asumsi mereka menelan kerugian yang sama dengan perusahaan properti komersial yang diperdagangkan secara publik. Saham Vornado Realty Trust – perusahaan yang bermitra dengan Trump di dua gedungnya yang paling berharga, 1290 Avenue of the Americas di New York dan 555 California Street di San Francisco – turun 14% dari saat pengumuman Trump.
Harga saham perusahaan real estat besar New York City lainnya, SL Green, turun 15%. Portofolio Trump, termasuk properti Vornado, Trump Tower dan 40 Wall Street, bernilai sekitar USD570 juta, turun dari USD660 juta pada akhir Maret 2025.
Properti golf milik Trump juga kehilangan nilainya. Ancaman nyata terhadap portofolio Trump mulai terlihat, di tengah kemungkinan pengetatan ikat pinggang. Anggota klub mungkin menunda pernikahan, mengurangi makan mewah, atau bahkan keanggotaan.
Pada awal April, ketika Trump meluncurkan rencana tarif, Forbes mematok kekayaan bersihnya pada posisi USD4,7 miliar. Kurang dari seminggu setelahnya, harta Trump turun menjadi sekitar USD4,2 miliar, karena nilai saham publik dan kepemilikan swastanya jatuh seiring dengan gejolak pasar.
Baca Juga: Tarif Trump Gerus Kekayaan 5 Miliarder Mode Teratas, Nomor 1 Rugi Rp547,4 T
Kerugian terbesar Trump berasal dari aset paling berharganya, Trump Media and Technology Group, yang turun 8% hanya dalam waktu tiga hari perdagangan hingga menyentuh harga terendah sejak Oktober. Pukulan sekitar USD170 juta hanya merupakan awal dari masalah.
Kepemilikan real estat komersial Trump juga turun sekitar USD90 juta, dengan asumsi mereka menelan kerugian yang sama dengan perusahaan properti komersial yang diperdagangkan secara publik. Saham Vornado Realty Trust – perusahaan yang bermitra dengan Trump di dua gedungnya yang paling berharga, 1290 Avenue of the Americas di New York dan 555 California Street di San Francisco – turun 14% dari saat pengumuman Trump.
Harga saham perusahaan real estat besar New York City lainnya, SL Green, turun 15%. Portofolio Trump, termasuk properti Vornado, Trump Tower dan 40 Wall Street, bernilai sekitar USD570 juta, turun dari USD660 juta pada akhir Maret 2025.
Properti golf milik Trump juga kehilangan nilainya. Ancaman nyata terhadap portofolio Trump mulai terlihat, di tengah kemungkinan pengetatan ikat pinggang. Anggota klub mungkin menunda pernikahan, mengurangi makan mewah, atau bahkan keanggotaan.
Lihat Juga :