Gara-gara Tarif, Pertumbuhan Ekonomi Tetangga Indonesia Ini Bisa 0%

Senin, 14 April 2025 - 18:07 WIB
loading...
Gara-gara Tarif, Pertumbuhan...
Pemerintah Singapura melihat kemungkinan pertumbuhan PDB negara itu bisa nol persen tahun ini akibat gejolak ekonomi global. FOTO/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Singapura melonggarkan kebijakan moneternya untuk kedua kalinya berturut-turut, mempertimbangkan kemungkinan pertumbuhan nol persen tahun ini setelah membukukan ekspansi produk domestik bruto (PDB) yang lebih rendah dari yang diharapkan sebesar 3,8%di kuartal pertama.

Otoritas Moneter Singapura juga telah melonggarkan sikap kebijakannya dalam pertemuannya di bulan Januari, melonggarkan kebijakan untuk pertama kalinya sejak tahun 2020. Pertumbuhan PDB kuartalan Singapura dari tahun ke tahun meleset dari ekspektasi sebesar 4,3 persen dari para ekonom yang disurvei oleh Reuters, dan lebih rendah dari ekspansi 5 persen yang terlihat pada kuartal terakhir tahun 2024.

Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura (MTI)menurunkan perkiraan PDB menjadi 0-2 persen untuk tahun 2025, turun dari prospek sebelumnya sebesar 1-3 persen. Monetary Authority ofSingapore (MAS) juga memproyeksikan pertumbuhan PDB sebesar 0-2 persen untuk tahun 2025.

Baca Juga: Penasihat Danantara: Tarif Trump Bisa Bikin Sistem Keuangan Global Kolaps

Dalam sebuah rilis, Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura menyatakan perlambatan pertumbuhan disebabkan oleh penurunan di bidang manufaktur, serta beberapa sektor jasa seperti keuangan dan asuransi. Kementerian tersebut mengatakan bahwa karena tarif yang diberlakukan oleh AS, serta perang dagang AS-China, prospek pertumbuhan kedua negara akan memburuk.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Rekomendasi
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Berita Terkini
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved