10 Negara dengan Tarif Listrik Termahal di Dunia
Rabu, 16 April 2025 - 10:43 WIB
loading...
A
A
A
Seperti Irlandia, Liechtenstein juga bergantung pada impor untuk sebagian besar bahan bakarnya, yaitu berasal dari Swiss. Jadi, negara ini tunduk pada fluktuasi pasar internasional, serta harus menutupi biaya pengiriman listrik dari satu tempat ke tempat lain.
Alasan lain mengapa Liechtenstein memiliki harga listrik yang tinggi adalah karena ukuran negaranya. Liechtenstein termasuk dalam 10 negara terkecil di dunia baik berdasarkan luas tanah maupun ukuran populasi. Jadi, ia tidak dapat memperoleh keuntungan dari skala ekonomi untuk pasar energinya.
Ditambah persaingan pasar yang sangat sedikit, mengurangi jumlah pemasok energi. Hal ini menyebabkan harga yang lebih tinggi, karena ada lebih sedikit tekanan untuk menawarkan biaya yang lebih rendah untuk menarik pelanggan.
Geografi negara juga berkontribusi pada harga energi yang lebih tinggi. Sekitar dua pertiga negara ini terdiri dari kaki bukit dan pegunungan yang terjal. Membangun infrastruktur pada jenis lanskap ini bisa menjadi rumit, dan seringkali membutuhkan biaya mahal untuk memastikannya keandalan dan ketangguhan pasokan.
Seperti negara-negara lain dalam daftar ini, Italia cenderung punya sumber daya energi yang sedikit, sehingga bergantung pada impor bahan bakar dari negara lain. Kondisi tersebut membuat harganya menjadi lebih tinggi.
Italia juga memiliki medan yang terjal dan populasi yang tersebar, yang berarti membangun dan memelihara infrastruktur listrik lebih kompleks dan mahal.
Sementara itu Italia telah berinvestasi dalam sumber energi terbarukan, dimana proyek-proyek ini butuh anggaran yang mahal. Harga listrik telah naik lebih dari 20% dalam lima tahun terakhir karena harga material juga naik.
Namun mampu menyediakan energinya sendiri dari sumber bersih, mungkin bisa membantu menurunkan biaya di masa depan. Akan tetapi untuk saat ini, harga tinggi diteruskan ke konsumen.
Alasan lain mengapa Liechtenstein memiliki harga listrik yang tinggi adalah karena ukuran negaranya. Liechtenstein termasuk dalam 10 negara terkecil di dunia baik berdasarkan luas tanah maupun ukuran populasi. Jadi, ia tidak dapat memperoleh keuntungan dari skala ekonomi untuk pasar energinya.
Ditambah persaingan pasar yang sangat sedikit, mengurangi jumlah pemasok energi. Hal ini menyebabkan harga yang lebih tinggi, karena ada lebih sedikit tekanan untuk menawarkan biaya yang lebih rendah untuk menarik pelanggan.
Geografi negara juga berkontribusi pada harga energi yang lebih tinggi. Sekitar dua pertiga negara ini terdiri dari kaki bukit dan pegunungan yang terjal. Membangun infrastruktur pada jenis lanskap ini bisa menjadi rumit, dan seringkali membutuhkan biaya mahal untuk memastikannya keandalan dan ketangguhan pasokan.
3. Italia
Masuk dalam jajaran negara-negara dengan harga listrik termahal, di Italia menyentuh angka USD0,46 per kWh. Pada tahun-tahun sebelumnya, Italia sempat menduduki puncak daftar dengan biaya energi termahal.Seperti negara-negara lain dalam daftar ini, Italia cenderung punya sumber daya energi yang sedikit, sehingga bergantung pada impor bahan bakar dari negara lain. Kondisi tersebut membuat harganya menjadi lebih tinggi.
Italia juga memiliki medan yang terjal dan populasi yang tersebar, yang berarti membangun dan memelihara infrastruktur listrik lebih kompleks dan mahal.
Sementara itu Italia telah berinvestasi dalam sumber energi terbarukan, dimana proyek-proyek ini butuh anggaran yang mahal. Harga listrik telah naik lebih dari 20% dalam lima tahun terakhir karena harga material juga naik.
Namun mampu menyediakan energinya sendiri dari sumber bersih, mungkin bisa membantu menurunkan biaya di masa depan. Akan tetapi untuk saat ini, harga tinggi diteruskan ke konsumen.
4. Bahamas
Harga listrik untuk rumah tangga di Bahama adalah 232.11% dari harga listrik rata-rata dunia dan 182.39% dari harga rata-rata di Amerika Utara. Tarif listrik bisnis di Bahama setara 237.11% dari harga rata-rata dunia dan 164.73% dari rerata Amerika Utara.Lihat Juga :