Kembali Raih PROPER, GRP Tegaskan Peran Aktif dalam Industri Hijau
Rabu, 16 April 2025 - 14:30 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai bentuk transparansi terhadap dampak lingkungan dari produk-produknya, GRP juga telah memperoleh Environmental Product Declaration (EPD) untuk pasar ekspor. Sertifikasi ini mengafirmasi keterbukaan GRP dalam melaporkan jejak karbon dan siklus hidup produk baja sesuai standar internasional.
Sementara untuk pasar domestik, GRP menerima sertifikasi Green Label Indonesia dari Green Product Council Indonesia (GPCI) sebagai pengakuan atas produk-produk yang memenuhi kriteria ramah lingkungan.
“Capaian ini mencerminkan arah transformasi kami sebagai perusahaan baja modern yang tidak hanya efisien dan kompetitif, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan,” lanjut Fedaus.
Menurutnya, GRP akan terus berinovasi dalam hal efisiensi energi, serta penerapan teknologi rendah karbon untuk mendukung target nasional menuju net zero emission. “Keberlanjutan bukan sekadar tujuan. Tetapi, juga jalan yang kami pilih untuk terus tumbuh dan memberikan dampak positif, baik bagi lingkungan, masyarakat, maupun masa depan industri baja Indonesia,” tutup Fedaus.
Pengamat ekonomi lingkungan IPB University, Aceng Hidayat, mengapresiasi komitmen GRP terhadap lingkungan dan keberlanjutan. ”PT Gunung Raja Paksi Tbk merupakan contoh industri yang sangat peduli dan komit terhadap lingkungan. Bisa dikategorikan sebagai green industry. Saya harap, akan banyak lagi industri-industri lain yang juga komit terhadap lingkungan,” kata Aceng.
Menurut Aceng, kepatuhan lingkungan dan peran aktif GRP dalam industri hijau, juga merupakan investasi untuk meningkatkan daya saing di masa mendatang. Terlebih karena pasar global memang sangat concern terhadap lingkungan.
Sementara untuk pasar domestik, GRP menerima sertifikasi Green Label Indonesia dari Green Product Council Indonesia (GPCI) sebagai pengakuan atas produk-produk yang memenuhi kriteria ramah lingkungan.
“Capaian ini mencerminkan arah transformasi kami sebagai perusahaan baja modern yang tidak hanya efisien dan kompetitif, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan,” lanjut Fedaus.
Menurutnya, GRP akan terus berinovasi dalam hal efisiensi energi, serta penerapan teknologi rendah karbon untuk mendukung target nasional menuju net zero emission. “Keberlanjutan bukan sekadar tujuan. Tetapi, juga jalan yang kami pilih untuk terus tumbuh dan memberikan dampak positif, baik bagi lingkungan, masyarakat, maupun masa depan industri baja Indonesia,” tutup Fedaus.
Pengamat ekonomi lingkungan IPB University, Aceng Hidayat, mengapresiasi komitmen GRP terhadap lingkungan dan keberlanjutan. ”PT Gunung Raja Paksi Tbk merupakan contoh industri yang sangat peduli dan komit terhadap lingkungan. Bisa dikategorikan sebagai green industry. Saya harap, akan banyak lagi industri-industri lain yang juga komit terhadap lingkungan,” kata Aceng.
Menurut Aceng, kepatuhan lingkungan dan peran aktif GRP dalam industri hijau, juga merupakan investasi untuk meningkatkan daya saing di masa mendatang. Terlebih karena pasar global memang sangat concern terhadap lingkungan.
Lihat Juga :