Mentan Ungkap Ada Pengamat Pertanian Terlibat Proyek Fiktif Senilai Rp5 Miliar
Kamis, 17 April 2025 - 16:21 WIB
loading...
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Kementan, Kamis (17/4/2025). FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan ada pengamat di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan) terlibat proyek fiktif hingga merugikan negara sebesar Rp5 miliar. Menurutnya, sosok tersebut sudah diamankan dan saat ini sedang menjalani proses hukum.
Pengamat yang dimaksud pernah memperoleh sejumlah proyek di Kementerian Pertanian. Namun, berdasarkan hasil audit internal, ditemukan 23 pelanggaran dalam pengadaan barang dan jasa.
“Barang yang diadakan tidak digunakan. Banyak proyek yang fiktif dan tidak sesuai kontrak. Inspektorat Jenderal Kementan telah melakukan audit investigatif dan menemukan proyek-proyek yang tidak sesuai kontrak, bahkan terindikasi fiktif. Total pelanggaran kontrak mencapai 23 poin, dan negara dirugikan hingga miliaran rupiah,” ungkap Amran dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Kementan, Kamis (17/4/2025).
Baca Juga: Setiba dari Yordania, Mentan Langsung Sidak Bulog dan PIHC
Lebih lanjut, Amran mengungkap pengamat yang merupakan guru besar dari perguruan tinggi ternama itu juga kerap melancarkan kritik yang tendensius dan tidak berdasar. Narasi-narasi yang dilontarkan disebut Amran telah membuat semangat petani rusak dan melemahkan upaya swasembada pangan.
Pengamat yang dimaksud pernah memperoleh sejumlah proyek di Kementerian Pertanian. Namun, berdasarkan hasil audit internal, ditemukan 23 pelanggaran dalam pengadaan barang dan jasa.
“Barang yang diadakan tidak digunakan. Banyak proyek yang fiktif dan tidak sesuai kontrak. Inspektorat Jenderal Kementan telah melakukan audit investigatif dan menemukan proyek-proyek yang tidak sesuai kontrak, bahkan terindikasi fiktif. Total pelanggaran kontrak mencapai 23 poin, dan negara dirugikan hingga miliaran rupiah,” ungkap Amran dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Kementan, Kamis (17/4/2025).
Baca Juga: Setiba dari Yordania, Mentan Langsung Sidak Bulog dan PIHC
Lebih lanjut, Amran mengungkap pengamat yang merupakan guru besar dari perguruan tinggi ternama itu juga kerap melancarkan kritik yang tendensius dan tidak berdasar. Narasi-narasi yang dilontarkan disebut Amran telah membuat semangat petani rusak dan melemahkan upaya swasembada pangan.
Lihat Juga :