Jualan Gold Card Rp83 Miliar untuk Jadi Warga AS, Trump Pede Lunasi Utang USD36 Triliun

Senin, 21 April 2025 - 23:25 WIB
loading...
Jualan Gold Card Rp83...
Presiden Donald Trump percaya, dapat melunasi utang nasional Amerika USD36 triliun (Rp603.022 triliun) dengan membebankan biaya kepada imigran kaya USD5 juta untuk mendapatkan gold card. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Presiden Donald Trump percaya, dia dapat melunasi utang nasional Amerika senilai USD36 triliun (Rp603.022 triliun) dengan membebankan biaya kepada imigran kaya sebesar USD5 juta untuk mendapatkan visa gold card. Dengan memilikinya, para imigran ini punya hak istimewa green card untuk membuka jalan pintas mendapatkan kewarganegaraan.

Sebelumnya Presiden Trump membuat pengumuman dadakan di Kantor Oval dengan, mengatakan kepada wartawan: "Ingat kata-kata ini 'gold card..'"

Presiden berencana, mengumumkan kebijakan terbaru seputar visa gold card saat menandatangani perintah eksekutif. Presiden Donald Trump, akan menjual gold card kepada warga asing sebagai jalan pintas meraih kewarganegaraan Amerika Serikat seharga USD5 juta atau sekitar Rp83 miliar (dengan kurs Rp16.750 per USD).

Baca Juga: 10 Negara dengan Program Golden Visa dan Paspor, Termurah Harus Rogoh Kocek Rp281,9 Juta

Belum ada rincian tentang apa yang akan diperlukan untuk bisa mendapatkan gold card tersebut. Namun Trump mengatakan: "Orang-orang kaya akan datang ke negara kita dengan membeli kartu ini. Mereka akan menjadi kaya, dan mereka akan menghabiskan banyak uang dan membayar banyak pajak dan mempekerjakan banyak orang,".

"Kami pikir ini akan sangat sukses, dan (itu) belum pernah dilakukan sebelumnya atau semacamnya — tetapi itu adalah sesuatu yang akan kami keluarkan selama beberapa minggu ke depan,".

Gold card akan menggantikan program visa EB-5 Amerika yang ada, yang mengharuskan investor asing untuk menjanjikan modal USD1.050.000 untuk perusahaan komersial yang ada ditambah USD800.000 untuk bidang pekerjaan yang ditargetkan.

"Program gold card baru yang lebih mahal akan menarik "warga global kelas dunia yang luar biasa," kata Menteri Perdagangan, Howard Lutnick.

Ia juga menambahkan, bahwa individu yang membeli kartu itu masih harus melalui proses pemeriksaan. Presiden Trump mengatakan dia juga membayangkan perusahaan membeli kartu untuk mempertahankan individu berbakat, yang menjadi aset.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Gaya Hidup Miliarder,...
Gaya Hidup Miliarder, Begini Cara Keluarga Trump Membelanjakan Hartanya
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Infantino Pastikan Trump...
Infantino Pastikan Trump Hadiri Final Piala Dunia 2026
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Rekomendasi
Cristiano Ronaldo dan...
Cristiano Ronaldo dan Perjuangan Melawan Waktu di Piala Dunia 2026
Guru MI di Karawang...
Guru MI di Karawang Dilatih Kuasai E-LKPD Berbasis STEM
Cristiano Ronaldo Mengamuk,...
Cristiano Ronaldo Mengamuk, Portugal Pulangkan Uzbekistan
Berita Terkini
Persaingan Pasar Game...
Persaingan Pasar Game Valorant, Intip Strategi Ekspansi Tokovalorant
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved