Harga Emas Antam Terus Cetak Rekor Baru, Diramal Tembus Rp2,3 Juta per Gram
Selasa, 22 April 2025 - 10:19 WIB
loading...
Harga logam mulia Antam berpotensi terus mengalami kenaikan signifikan hingga menyentuh level Rp2.300.000 per gram. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Harga emas Antam (ANTM) hari ini, Selasa (22/4/2025) naik Rp36.000 tembus ke Rp2.016.000 per gram dan menjadikannya rekor tertinggi. Begitu pula emas dunia yang terus mencetak rekor.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi memproyeksikan harga logam mulia Antam berpotensi terus mengalami kenaikan signifikan hingga menyentuh level Rp2.300.000 per gram.
Kenaikan tersebut disebabkan oleh ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan, di mana permintaan emas terus meningkat seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan investasi emas.
"Permintaan cukup banyak ya apalagi yang pertama orang bilang FOMO-FOMO ya sekarang sudah berubah, jadi masyarakat sudah melek investasi ya mereka berbondong-bondong melakukan pembelian terhadap logam mulia," ujar Ibrahim dalam keterangannya, Selasa (22/4/2025).
Baca Juga: Pecah Rekor Termahal, Harga Emas Antam Tembus di Atas Rp2 Juta per Gram
Menurut Ibrahim, distribusi logam mulia Antam yang berkurang semakin memperparah kondisi ini, sehingga terus mengalami kenaikan harga.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi memproyeksikan harga logam mulia Antam berpotensi terus mengalami kenaikan signifikan hingga menyentuh level Rp2.300.000 per gram.
Kenaikan tersebut disebabkan oleh ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan, di mana permintaan emas terus meningkat seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan investasi emas.
"Permintaan cukup banyak ya apalagi yang pertama orang bilang FOMO-FOMO ya sekarang sudah berubah, jadi masyarakat sudah melek investasi ya mereka berbondong-bondong melakukan pembelian terhadap logam mulia," ujar Ibrahim dalam keterangannya, Selasa (22/4/2025).
Baca Juga: Pecah Rekor Termahal, Harga Emas Antam Tembus di Atas Rp2 Juta per Gram
Menurut Ibrahim, distribusi logam mulia Antam yang berkurang semakin memperparah kondisi ini, sehingga terus mengalami kenaikan harga.
Lihat Juga :