Danantara Ajak Qatar Investment Authority Kelola Dana Rp67,5 Triliun, Buat Apa?
Kamis, 24 April 2025 - 10:46 WIB
loading...
Danantara menjalin kerja sama strategis dengan Qatar Investment Authority (QIA) untuk membentuk dana investasi bersama. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia melalui BPI Danantara menjalin kerja sama strategis dengan Qatar Investment Authority (QIA) untuk membentuk dana investasi bersama senilai total USD4 miliar atau setara Rp67,5 triliun.
Kesepakatan ini diumumkan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Rabu (23/4/2025).
"Pada saat kunjungan Presiden Prabowo ke Qatar, alhamdulillah itu juga sudah dicapai kesepakatan. Sekarang realisasinya sedang berjalan untuk pembentukan joint fund atau investasi bersama dengan QIA,” ujar Rosan.
Baca Juga: Penasihat Danantara: Tarif Trump Bisa Bikin Sistem Keuangan Global Kolaps
Dana investasi tersebut berasal dari kontribusi masing-masing pihak sebesar USD2 miliar, baik dari Danantara maupun QIA. Rosan menyebut kolaborasi ini akan menjadi sumber pembiayaan jangka panjang bagi proyek-proyek strategis nasional. Sektor yang menjadi fokus pendanaan meliputi hilirisasi industri, kesehatan, ekonomi digital, dan energi baru terbarukan (EBT).
Kesepakatan ini diumumkan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Rabu (23/4/2025).
"Pada saat kunjungan Presiden Prabowo ke Qatar, alhamdulillah itu juga sudah dicapai kesepakatan. Sekarang realisasinya sedang berjalan untuk pembentukan joint fund atau investasi bersama dengan QIA,” ujar Rosan.
Baca Juga: Penasihat Danantara: Tarif Trump Bisa Bikin Sistem Keuangan Global Kolaps
Dana investasi tersebut berasal dari kontribusi masing-masing pihak sebesar USD2 miliar, baik dari Danantara maupun QIA. Rosan menyebut kolaborasi ini akan menjadi sumber pembiayaan jangka panjang bagi proyek-proyek strategis nasional. Sektor yang menjadi fokus pendanaan meliputi hilirisasi industri, kesehatan, ekonomi digital, dan energi baru terbarukan (EBT).
Lihat Juga :