Jadi Inspirasi Negara Lain, Delegasi SSTC Dalami Model Pemberdayaan Petani Muda Berteknologi Kementan

Jum'at, 25 April 2025 - 07:17 WIB
loading...
Jadi Inspirasi Negara...
Sebanyak 12 peserta delegasi dari lima negara, India, Gambia, Papua Nugini, Kenya, dan Rwanda mengikuti program kunjungan lapangan dalam rangka SSTC. FOTO/dok.SindoNews
A A A
BOGOR - Delegasi kerja sama Selatan-Selatan dan Triangular (South-South and Triangular Cooperation/SSTC) mengapresiasi terhadap komitmen Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS), Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mendorong generasi muda Indonesia mengembangkan sektor pertanian berbasis teknologi.

Sebanyak 12 peserta delegasi dari lima negara, India, Gambia, Papua Nugini, Kenya, dan Rwanda mengikuti program kunjungan lapangan dalam rangka SSTC. Para peserta melihat langsung dan berdialog dengan penerima manfaat Program YESS di wilayah Jawa Barat, termasuk para mahasiswa Polbangtan Bogor.

Transformasi dari pertanian tradisional ke pertanian modern terus digencarkan pemerintah. Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman meyakini bahwa penerapan teknologi di sektor pertanian akan menarik minat generasi milenial dan Gen Z untuk terjun langsung ke lapangan dan mendorong ekonomi daerah.

"Petani milenial adalah kunci. Kalau generasi muda mau turun ke sawah, menggunakan teknologi, dan pendapatannya menguntungkan, ini bisa menggerakkan ekonomi dari desa," ujar Amran dalam pernyataannya, Jumat (25/4/2025).

Baca Juga: Kementan Cetak Petani Muda, Indonesia Jadi Role Model Global

Sementara, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menambahkan bahwa Program YESS menjadi contoh praktik baik yang patut ditiru oleh negara-negara lain.

"Ada banyak hal yang bisa dibawa pulang dan diterapkan oleh para delegasi. Mulai dari akses terhadap pasar, praktik baik, hingga strategi pemberdayaan anak muda dalam sektor pertanian yang telah kami jalankan melalui program YESS," tutur Idha.

Project Manager Program YESS, Miko Harjanti, menjelaskan bahwa YESS berperan sebagai penghubung antara institusi pendidikan dan sektor kerja, khususnya bidang pertanian. Para peserta SSTC diajak mengunjungi Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor untuk melihat langsung Teaching Factory (TeFa), model pembelajaran berbasis produksi.

"Target pertama transisi pemuda pedesaan untuk bekerja. Disini YESS menghubungkan institusi pendidikan ke dunia kerja maka peserta SSTC kita ajak ke Polbangtan, mereka melihat TeFA dan belajar bagaimana support TeFa pada peserta didik. Setelah lulus, bisa bekerja di dunia pertanian," jelasnya.

Model pendidikan vokasi ini memperkuat keterampilan praktis mahasiswa agar siap terjun ke dunia usaha atau diserap langsung oleh sektor agribisnis. Pendekatan tersebut menjadi salah satu praktik baik yang ingin ditunjukkan kepada delegasi internasional agar bisa diadaptasi di negara masing-masing.

Maureen Maresi M'mbwanga, delegasi dari Kenya, menyampaikan kesan positifnya terhadap dukungan besar pemerintah Indonesia kepada generasi muda di sektor pertanian. Ia menyoroti peran negara dalam memberikan akses terhadap pengetahuan, pembiayaan, serta koneksi pasar bagi wirausaha muda.

"Kami melihat bagaimana anak-anak muda di Polbangtan Bogor mengadopsi teknologi dan inovasi dengan sangat baik. Mereka menggunakan metode seperti hidroponik modern untuk memastikan produk pertanian berkualitas tinggi dan siap bersaing di pasar internasional," ujarnya.

Maureen juga mencermati pemanfaatan media sosial oleh para mahasiswa dan petani muda Indonesia sebagai sarana memperluas pasar hingga ke luar negeri.

"Mereka tidak hanya berfokus pada pasar lokal, tapi juga berpikir global dengan menargetkan ekspor. Ini menunjukkan betapa dinamis dan visionernya generasi muda di sektor ini," tambahnya.

Ia menekankan bahwa pengalaman selama berada di Indonesia akan menjadi inspirasi penting bagi pengembangan kebijakan pertanian di negaranya.

"Kami ingin menerapkan pendekatan serupa, bekerja sama dengan pemerintah kami untuk mendorong wirausaha muda di bidang pertanian dengan dukungan teknologi dan inovasi," jelas Maureen.

Ia pun menutup pernyataannya dengan refleksi bahwa pertanian tidak lagi identik dengan pekerjaan yang membosankan. Dengan penerapan teknologi, pertanian justru bisa menjadi sesuatu yang menyenangkan bagi generasi muda.

"Dengan teknologi dan inovasi, pertanian bisa jadi menyenangkan dan menarik bagi anak muda. Itulah semangat yang akan kami bawa pulang ke Kenya," tuturnya.

John Kendiga, delegasi dari Papua Nugini, juga mengaku terinspirasi oleh pendekatan Indonesia dalam membina generasi muda melalui program pembangunan pertanian berbasis pendidikan dan teknologi. Saat kunjungan ke Polbangtan Bogor, ia mengakui keberhasilan YESS dalam memajukan pertanian Indonesia melalui teknologi. "Saya melihat kemajuan besar dari para pelajar di Indonesia, khususnya mereka yang terlibat dalam bidang pertanian," ujar John.

Baca Juga: Mentan Ungkap Ada Pengamat Pertanian Terlibat Proyek Fiktif Senilai Rp5 Miliar

Menurutnya, sistem pembangunan di Papua Nugini saat ini masih sangat bergantung pada pendekatan tradisional. Kunjungan ini membuka matanya akan pentingnya transformasi dalam cara mendidik dan mempersiapkan generasi muda agar bisa menjadi pelaku utama pembangunan.

"Di Indonesia, pendekatan pembangunannya lebih terarah. Para pelajar diajak untuk mengambil keputusan dalam proses pembangunan, dan ini sangat positif," lanjutnya.

Ia juga menyoroti pentingnya dukungan konkret bagi generasi muda berupa akses keuangan, pendidikan, dan pengetahuan teknologi.

"Memberikan insentif seperti itu adalah langkah besar. Ini jauh lebih maju dari apa yang kami lakukan saat ini," kata John.

John menyatakan bahwa pengalaman belajar dari Indonesia akan dibawa pulang dan diadaptasi ke negaranya. Ia berharap sistem serupa bisa diterapkan untuk mendorong lebih banyak anak muda Papua Nugini agar tertarik terjun ke sektor pertanian dan pembangunan.

"Setelah menyelesaikan pendidikan, para pelajar ini bisa langsung terlibat di sektor pembangunan. Ini sesuatu yang sangat kami butuhkan di Papua Nugini," pungkasnya.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dataran Tinggi Tak Lagi...
Dataran Tinggi Tak Lagi Area Pinggiran, UPLAND Jadikannya Pilar Kedaulatan Pangan
AdMedika Salurkan Bantuan...
AdMedika Salurkan Bantuan untuk Guru Honorer Melalui Program Jaga Sejahtera
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Aden Indonesia Sinergi...
Aden Indonesia Sinergi Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Routa
MPMX Bekali Wirausaha...
MPMX Bekali Wirausaha Disabilitas dengan Literasi Keuangan dan Digital
Desa BRILiaN Ketapanrame,...
Desa BRILiaN Ketapanrame, Bukti Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal Mampu Ciptakan Ekonomi Desa yang Maju dan Berkelanjutan
Tinjau Teknologi Tanam...
Tinjau Teknologi Tanam PM-AAS, Presiden Prabowo Sebut Inovasi Pertanian Revolusioner
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
Delegasi Indonesia Soroti...
Delegasi Indonesia Soroti Kerja Paksa Myanmar dan Krisis Rohingya di Sidang ILO Jenewa
Rekomendasi
MUI DKI: Paradigma Pengelolaan...
MUI DKI: Paradigma Pengelolaan Sampah Harus Diubah dari Mengelola kepada Mencegah
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Blusukan ke Lampung,...
Blusukan ke Lampung, Jokowi: Saya Hadir untuk PSI
Berita Terkini
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Rumah BUMN SIG di Rembang...
Rumah BUMN SIG di Rembang Catat Transaksi Rp6,9 Miliar
MSIN Putuskan Tak Bagi...
MSIN Putuskan Tak Bagi Dividen, Fokus Perkuat Platform Digital
UATAS dan AFPI Ajak...
UATAS dan AFPI Ajak Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan
Kinerja Solid, Laba...
Kinerja Solid, Laba Bersih MSIN Melonjak 140% Jadi Rp985 Miliar di 2025
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved