Dukung Kemandirian Industri Kimia, Petrokimia Gresik Perkuat Hilirisasi Sulfur

Sabtu, 26 April 2025 - 21:33 WIB
loading...
Dukung Kemandirian Industri...
Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo dalam forum internasional Argus Fertilizer Asia Conference 2025. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Petrokimia Gresik berkomitmen memperkuat hilirisasi sulfur guna mendukung kemandirian industri kimia nasional dan kemajuan sektor pertanian. Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo dalam forum internasional Argus Fertilizer Asia Conference 2025, beberapa waktu lalu.

Menurut Dwi permintaan sulfur di dalam negeri terus meningkat seiring pertumbuhan sektor pertanian, ekspansi industri logam dan mineral, serta masih tingginya ketergantungan terhadap impor akibat terbatasnya pasokan sulfur domestik. "Sulfur memang tampak kecil secara visual tetapi perannya sangat besar dalam keberlangsungan proses produksi di Petrokimia Gresik," ujar Dwi.

Baca Juga: Stok Pupuk Bersubsidi 437.900 Ton, Petani Sambut Musim Tanam April dengan Aman

Sulfur merupakan bahan baku penting dalam industri pupuk. Bahan ini diolah menjadi asam sulfat, komponen utama dalam produksi asam fosfat. Selanjutnya, asam fosfat menjadi dasar bagi berbagai jenis pupuk fosfat, termasuk NPK Phonska, pupuk fosfat tunggal, kalium sulfat, dan amonium sulfat yang penting bagi pertanian nasional.

Petrokimia Gresik saat ini mengoperasikan fasilitas asam sulfat dengan kapasitas produksi mencapai 1,8 juta ton per tahun, menjadikannya salah satu produsen terbesar di Indonesia. Lebih jauh, Dwi menjelaskan bahwa sulfur juga berperan sebagai unsur hara makro esensial bagi tanaman.

"Kekurangan sulfur dapat menyebabkan klorosis pada daun muda, pertumbuhan yang terhambat, hingga keterlambatan masa panen. Sulfur membantu pembentukan klorofil, protein, dan enzim tanaman," kata dia.

Pihaknya juga meningkatkan efisiensi pemanfaatan nitrogen, memperkuat ketahanan tanaman terhadap stres serta memperkaya aroma dan rasa terutama pada komoditas hortikultura seperti bawang dan sayuran daun.

Ketersediaan sulfur dalam tanah perlu dijaga melalui pemupukan yang tepat dan pengelolaan lahan yang berkelanjutan. Hilirisasi sulfur tidak hanya memperkuat sektor pertanian, tetapi juga mendorong kemandirian industri kimia nasional.

Baca Juga: Mudik Gratis BUMN, Petrokimia Gresik Berangkatkan 200 Pemudik Rute Jawa Timur

Petrokimia Gresik memanfaatkan sulfur sebagai bahan baku gypsum dan purified gypsum yang dibutuhkan industri semen.
Selain itu, sulfur juga digunakan dalam pengembangan produk kimia bernilai tambah seperti Methyl Ester Sulfonate (MES), surfaktan ramah lingkungan untuk industri minyak dan gas serta deterjen.

Petrokimia Gresik juga mengolah sulfur menjadi Dissodium Sulphate yang digunakan di industri kertas, tekstil, dan pulp. Dia menambahkan komitmen ini merupakan kontribusi nyata perusahaan dalam menjaga keberlanjutan pasokan sulfur, sekaligus memperkuat sinergi antara sektor pertanian dan industri kimia nasional.

"Petrokimia Gresik menjadi pelopor produksi green surfactant berbasis MES yang mendukung hilirisasi berbasis sulfur dan pengembangan produk kimia berkelanjutan," kata dia.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tsingshan Dorong Kolaborasi...
Tsingshan Dorong Kolaborasi Hilirisasi Nikel Ramah Lingkungan di Indonesia
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
Debat Ketiga Calon Ketua...
Debat Ketiga Calon Ketua Hipmi Menyoroti Investasi, Hilirisasi hingga Pasar Modal
Bahlil Cerita Asal Usul...
Bahlil Cerita Asal Usul Rencana Pungutan Ekspor Nikel, Pengusaha Setengah Hati Bangun Hilirisasi
Proyek CA-EDC Chandra...
Proyek CA-EDC Chandra Asri Capai 66%, Dorong Hilirisasi dan Serap Tenaga Kerja
KRAS Ambil Bagian dalam...
KRAS Ambil Bagian dalam Hilirisasi Nasional Fase 2: Perkuat Kedaulatan Industri Baja Nasional
Kaltim Tawarkan Industri...
Kaltim Tawarkan Industri Fatty Amine Rp1,88 Triliun di Bontang
Prabowo Dorong Percepatan...
Prabowo Dorong Percepatan Hilirisasi di 13 Lokasi di Tanah Air
Usai Relaunching AMANAH,...
Usai Relaunching AMANAH, Hilirisasi dan Ekonomi Kreatif Jadi Motor Penguatan SDM Aceh
Rekomendasi
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved