Kinerja Positif, Indonesia Re Catat Laba Konsolidasi Rp72,7 Miliar di 2024
Senin, 28 April 2025 - 18:42 WIB
loading...
Reasuransi Indonesia Utama atau Indonesia Re mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang 2024, dengan membukukan laba konsolidasi sebesar Rp72,7 miliar, tumbuh lebih dari 28%.Reasuransi Indonesia Utama atau Indonesia Re mencatatkan kinerja keuangan pos
A
A
A
JAKARTA - PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang 2024. Perseroan berhasil membukukan laba konsolidasi sebesar Rp72,7 miliar, tumbuh lebih dari 28% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 56 miliar.
“Nilai itu naik lebih dari 28%, jika dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Direktur Utama Indonesia Re, Benny Waworuntu, dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Jumat (25/4/2025).
Secara individual (standalone), Indonesia Re mencatatkan lonjakan laba yang signifikan. Benny menyebutkan, laba standalone mencapai Rp143 miliar, atau tumbuh 411% dibandingkan tahun sebelumnya Rp28 miliar.
Baca Juga: Business Judgement Rule jadi Pilar Penting dalam Tata Kelola Indonesia Re
“Pencapaian itu mencerminkan efektivitas strategi bisnis yang adaptif dan manajemen risiko yang baik di tengah tantangan industri yang makin kompleks,” katanya.
Di sisi investasi, Indonesia Re mencatatkan pertumbuhan nilai portofolio yang solid. Total investasi perseroan tercatat sebesar Rp6,93 triliun, naik 8,6% dibandingkan akhir 2023 yang sebesar Rp6,38 triliun. Kinerja tersebut ditopang oleh imbal hasil investasi yang kompetitif di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.
Portofolio investasi perusahaan mencakup instrumen deposito berjangka, surat utang negara, obligasi, hingga reksadana. Dari sisi underwriting, Benny melaporkan pertumbuhan premi reasuransi. Total premi konsolidasi Indonesia Re pada 2024 mencapai Rp6,57 triliun, naik tipis 1,9% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp6,45 triliun.
“Nilai itu naik lebih dari 28%, jika dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Direktur Utama Indonesia Re, Benny Waworuntu, dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Jumat (25/4/2025).
Secara individual (standalone), Indonesia Re mencatatkan lonjakan laba yang signifikan. Benny menyebutkan, laba standalone mencapai Rp143 miliar, atau tumbuh 411% dibandingkan tahun sebelumnya Rp28 miliar.
Baca Juga: Business Judgement Rule jadi Pilar Penting dalam Tata Kelola Indonesia Re
“Pencapaian itu mencerminkan efektivitas strategi bisnis yang adaptif dan manajemen risiko yang baik di tengah tantangan industri yang makin kompleks,” katanya.
Di sisi investasi, Indonesia Re mencatatkan pertumbuhan nilai portofolio yang solid. Total investasi perseroan tercatat sebesar Rp6,93 triliun, naik 8,6% dibandingkan akhir 2023 yang sebesar Rp6,38 triliun. Kinerja tersebut ditopang oleh imbal hasil investasi yang kompetitif di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.
Portofolio investasi perusahaan mencakup instrumen deposito berjangka, surat utang negara, obligasi, hingga reksadana. Dari sisi underwriting, Benny melaporkan pertumbuhan premi reasuransi. Total premi konsolidasi Indonesia Re pada 2024 mencapai Rp6,57 triliun, naik tipis 1,9% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp6,45 triliun.
Lihat Juga :