Business Judgement Rule jadi Pilar Penting dalam Tata Kelola Indonesia Re
Sabtu, 07 September 2024 - 12:27 WIB
loading...
Reasuransi Indonesia Utama atau Indonesia Re mengadakan pelatihan khusus yang bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang Business Judgement Rule (BJR) bagi para anggota Direksi dan Komisaris. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re mengadakan pelatihan khusus yang bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang "Business Judgement Rule (BJR)" bagi para anggota Direksi (Board of Directors/BoD) dan Komisaris (Board of Commissioners/BoC) di lingkungan Indonesia Re Group.
Baca Juga: Indonesia Re Terus Dorong Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik
Pelatihan yang diadakan pada 27 Agustus 2024 ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Indonesia Re dalam memperkuat tata kelola perusahaan dan memastikan bahwa seluruh organ perseroan memiliki pemahaman yang selaras dalam menjalankan tugas mereka. Pelatihan ini diikuti oleh 20 peserta, terdiri dari BoC dan BoD Indonesia Re, Reasuransi Syariah Indonesia, dan ASEI.
Direksi merupakan organ penting dalam struktur Perseroan Terbatas (PT) yang bertanggung jawab atas jalannya pengelolaan perusahaan, termasuk pengelolaan harta kekayaan, bisnis, serta potensi risiko yang mungkin terjadi dari keputusan bisnis yang diambil.
Baca Juga: Komitmen Reasuransi Indonesia Bangun Sarana Informasi Publik yang Komprehensif
Baca Juga: Indonesia Re Terus Dorong Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik
Pelatihan yang diadakan pada 27 Agustus 2024 ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Indonesia Re dalam memperkuat tata kelola perusahaan dan memastikan bahwa seluruh organ perseroan memiliki pemahaman yang selaras dalam menjalankan tugas mereka. Pelatihan ini diikuti oleh 20 peserta, terdiri dari BoC dan BoD Indonesia Re, Reasuransi Syariah Indonesia, dan ASEI.
Direksi merupakan organ penting dalam struktur Perseroan Terbatas (PT) yang bertanggung jawab atas jalannya pengelolaan perusahaan, termasuk pengelolaan harta kekayaan, bisnis, serta potensi risiko yang mungkin terjadi dari keputusan bisnis yang diambil.
Baca Juga: Komitmen Reasuransi Indonesia Bangun Sarana Informasi Publik yang Komprehensif
Lihat Juga :