Pemasok Kertas Toilet di AS Alami Kebangkrutan, Dipaksa Jual Bisnisnya

Selasa, 29 April 2025 - 10:22 WIB
loading...
Pemasok Kertas Toilet...
Royal Paper, perusahaan raksasa pemasok kertas toilet yang memproduksi dan memasok produk untuk berbagai peritel di AS, telah mengajukan kebangkrutan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Royal Paper, perusahaan raksasa pemasok kertas toilet yang memproduksi dan memasok produk untuk berbagai peritel, telah mengajukan perlindungan kebangkrutan . Royal Paper diperkirakan bakal membuat pengumuman pada awal bulan.

Sebagai bagian dari proses pengajuan kebangkrutan, Royal Paper menyetujui perjanjian pembelian dengan Sofidel America Corp, yang mengarahkan Royal Paper untuk menjual "secara substansial semua" bisnisnya kepada Sofidel seharga USD126 juta, seperti dilansir Bloomberg.

Namun seorang hakim masih perlu menyetujui kesepakatan tersebut, dan kesepakatan itu juga terbuka untuk tawaran lain untuk bersaing. Baca Juga: Efek Tarif AS, Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi

"Tim kami telah bekerja dengan rajin untuk memperkuat fondasi keuangan dalam menghadapi keadaan makroekonomi yang sulit dan tantangan lain yang dihadapi Royal," kata Steve Schoembs, kepala eksekutif Royal, dalam sebuah pernyataan.

"Mengadakan kesepakatan dengan Sofidel memberikan stabilitas bagi bisnis kami, pelanggan, dan karyawan kami. Sementara itu kami terus menjalankan proses penjualan kami. Saya ingin berterima kasih kepada karyawan kami yang sangat berbakat atas fokus dan kerja keras mereka yang berkelanjutan, dan pelanggan, mitra, dan pemasok kami atas dukungan mereka," bebernya.

Saat proses berlanjut, perusahaan akan tetap bekerja di bawah operasional yang normal, katanya dalam sebuah pernyataan.

"Royal adalah pembuat tisu yang terintegrasi secara vertikal dengan aset manufaktur dan distribusi di seluruh Amerika Serikat, memproduksi tisu mandi, handuk kertas, tisu wajah, dan serbet untuk rantai ritel termasuk Trader Joe's, Aldi, Whole Foods, Kroger dan Meijer," ungkap Recycling Today memberikan catatan tentang perusahaan.

Baca Juga: Pengusaha China Ejek Tarif Trump: Barang Mewah di AS Dibuat dengan Cost Murah

"Ini juga memproduksi 100 persen produk kertas daur ulang di bawah merek Earth First-nya, menggunakan 80 persen bahan daur ulang pascakonsumen Grade A," paparnya.

Recycling Today menambahkan, "Pabrik kertas perusahaan di Gila Bend, Arizona, memiliki dua mesin tisu dengan kapasitas produksi tahunan sekitar 61.000 metrik ton. Serta juga memiliki tiga fasilitas konversi, dua di Phoenix dan satu di Duncan, Carolina Selatan. Pusat pergudangan dan distribusi berlokasi sama dengan fasilitas konversinya."

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
8 Bank Bangkrut Sepanjang...
8 Bank Bangkrut Sepanjang Januari-Juni 2026, Ini Daftarnya
Joy Air Bangkrut, Ribuan...
Joy Air Bangkrut, Ribuan Penumpang di China Telantar
Imbas Perang AS-Israel...
Imbas Perang AS-Israel Vs Iran, Perusahaan Tekstil dan Garmen Terancam Tutup
Barat Kalah Berani?...
Barat Kalah Berani? Kapal-kapal Asia Siap Terobos Selat Hormuz Lebih Dulu
Dunia di Ambang Kebangkrutan?...
Dunia di Ambang Kebangkrutan? Utang AS Tembus Rp666.215 Triliun
Spirit Airlines Tutup...
Spirit Airlines Tutup karena Jadi Korban Perang Iran, Ini Respons Pemerintah Trump
Bergaji Rp540 Juta per...
Bergaji Rp540 Juta per Tahun, Warga Kelas Pekerja AS Berbondong-bondong Gabung Militer
Rust Belt Pernah Capai...
Rust Belt Pernah Capai Kejayaan, Kenapa Kini Justru Sinyal Kebangkrutan AS?
Rekomendasi
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Brasil Lolos ke 16 Besar...
Brasil Lolos ke 16 Besar usai Comeback Dramatis Singkirkan Jepang
Penasaran dengan Isi...
Penasaran dengan Isi Kakbah yang dijadikan Kiblat Salat? Simak Penjelasannya di Sini!
Berita Terkini
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved