Pengusaha China Ejek Tarif Trump: Barang Mewah di AS Dibuat dengan Cost Murah

Senin, 21 April 2025 - 13:06 WIB
loading...
Pengusaha China Ejek...
Pabrik-pabrik di China mengejek tarif impor terbaru yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pabrik-pabrik di China mengejek tarif impor terbaru yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Para pelaku usaha China mengajak pembeli Amerika untuk membeli langsung produk mewah dari pabrik dunia -julukan China- dengan harga yang lebih murah.

Dalam video yang diposting oleh akun asal China di TikTok, pengguna mengklaim bahwa brand fesyen seperti Lululemon membuat produk hanya dengan modal USD6 (Rp99.678) di China dan kemudian menjualnya ke konsumen AS seharga USD100 setara Rp1,661,314 (dengan kurs Rp16.613 per USD).

"Inilah sebabnya mengapa orang-orang datang ke China," kata 'ahli' dari pabrik LunaSourcingChina.

Baca Juga: Tarif Trump Gerus Kekayaan 5 Miliarder Mode Teratas, Nomor 1 Rugi Rp547,4 T

"Karena mereka bisa mendapatkan produk termurah dan kualitas terbaik dari sana dan menjualnya kepada Anda dengan harga yang saya tidak tahu berapa besar," paparnya.

Dalam video terpisah, pemasok China yang menjual tas tangan mewah berkata: "Mengapa Anda tidak menghubungi kami dan membeli dari kami? Anda tidak akan percaya harga yang kami berikan kepada Anda."

Pengguna lain menyalin dan menuliskan pesan di video mereka yang memberi tahu para followers mereka "untuk pergi mencari brand favorit Anda dan gudang China di TikTok", serta menambahkan: "Mereka benar-benar melawan balik."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
AS Ancam Tarif 100%...
AS Ancam Tarif 100% Bagi Pembeli Minyak Rusia, China Meradang dan Siapkan Pembalasan
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
China Terus Perkuat...
China Terus Perkuat Militer, AS Ajak Sekutu Melawan Beijing
Pertemuan Xi Jinping...
Pertemuan Xi Jinping dan Trump Gagal Buat Terobosan Perang Iran, Ini 3 Faktanya
Barang Lelang Hasil...
Barang Lelang Hasil Rampasan Dipamerkan Kejagung di CFD, Ada Ferrari hingga Lukisan Emas
Rekomendasi
Bea Cukai Bali Nusra...
Bea Cukai Bali Nusra Musnahkan Barang Ilegal Senilai Lebih dari Rp11,2 Miliar
Trisno Pas Band Abaikan...
Trisno Pas Band Abaikan Kaki Bengkak sebelum Divonis Gagal Ginjal Kronis
Kenyamanan Menginap...
Kenyamanan Menginap di Berbagai Pilihan Hotel yang Favorit
Berita Terkini
Lokasi PFII Belum Final,...
Lokasi PFII Belum Final, Purbaya: Nanti yang Nentuin Menteri Keuangan
Permintaan Hunian Tetap...
Permintaan Hunian Tetap Tinggi, Alam Sutera Kembangkan Kawasan Residensial Baru
Tak Hanya di Bali, PFII...
Tak Hanya di Bali, PFII Juga Akan Dibangun di Jakarta
SPKS Dorong Riset BPDP...
SPKS Dorong Riset BPDP Hasilkan Teknologi Murah untuk Petani Sawit
Transformasi IFG Tak...
Transformasi IFG Tak Hanya Streamlining, Tapi Perkuat Tata Kelola Investasi
Danantara Pangkas Ribuan...
Danantara Pangkas Ribuan BUMN Jadi 200-300 Entitas, Langkah Rasional Selamatkan Aset Negara
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved