Bank Dunia: 172 Juta Rakyat Indonesia Hidup Susah, Kemiskinan Tertinggi Kedua di ASEAN
Rabu, 30 April 2025 - 21:39 WIB
loading...
Indonesia sebagai negara dengan tingkat kemiskinan tertinggi kedua di ASEAN setelah Myanmar. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Bank Dunia melaporkan sekitar 60,3% penduduk Indonesia atau sekitar 172 juta orang tergolong miskin. Angka ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan tingkat kemiskinan tertinggi kedua di ASEAN setelah Myanmar.
World Bank mendefinisikan kemiskinan berdasarkan ambang batas pengeluaran per kapita sebesar USD6,85 per hari. Data ini mencerminkan tantangan besar yang dihadapi pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan, terutama di tengah pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19.
Bank Dunia memproyeksikan bahwa tingkat kemiskinan, yang dihitung menggunakan ambang batas negara berpendapatan menengah ke bawah, akan turun menjadi 11,5% pada tahun 2027, asalkan permintaan tetap terjaga. Tingginya angka kemiskinan ini menuntut langkah-langkah strategis yang lebih efektif dari pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Bank Dunia menekankan pentingnya program-program yang dapat menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan akses pendidikan dan layanan kesehatan sebagai upaya untuk mengurangi angka kemiskinan yang masih tinggi.
Baca Juga: Prabowo Sudah Gelontorkan Rp2,3 Triliun Buat Makan Bergizi Gratis
Pemerintah diharapkan dapat berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan organisasi non-pemerintah, untuk merumuskan kebijakan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Dengan upaya bersama, diharapkan angka kemiskinan di Indonesia dapat berkurang secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Laporan Bank Dunia mengingatkan masalah kemiskinanmerupakan isu krusial yang perlu ditangani secara serius. Kesadaran dan tindakan kolektif dari seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan perubahan positif dan meningkatkan kualitas hidup rakyat Indonesia.
World Bank mendefinisikan kemiskinan berdasarkan ambang batas pengeluaran per kapita sebesar USD6,85 per hari. Data ini mencerminkan tantangan besar yang dihadapi pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan, terutama di tengah pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19.
Bank Dunia memproyeksikan bahwa tingkat kemiskinan, yang dihitung menggunakan ambang batas negara berpendapatan menengah ke bawah, akan turun menjadi 11,5% pada tahun 2027, asalkan permintaan tetap terjaga. Tingginya angka kemiskinan ini menuntut langkah-langkah strategis yang lebih efektif dari pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Bank Dunia menekankan pentingnya program-program yang dapat menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan akses pendidikan dan layanan kesehatan sebagai upaya untuk mengurangi angka kemiskinan yang masih tinggi.
Baca Juga: Prabowo Sudah Gelontorkan Rp2,3 Triliun Buat Makan Bergizi Gratis
Pemerintah diharapkan dapat berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan organisasi non-pemerintah, untuk merumuskan kebijakan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Dengan upaya bersama, diharapkan angka kemiskinan di Indonesia dapat berkurang secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Laporan Bank Dunia mengingatkan masalah kemiskinanmerupakan isu krusial yang perlu ditangani secara serius. Kesadaran dan tindakan kolektif dari seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan perubahan positif dan meningkatkan kualitas hidup rakyat Indonesia.
Lihat Juga :