Pengamat Sebut Kinerja Mentan Amran Luar Biasa, Target 4 Tahun Dicapai dalam 6 Bulan

Minggu, 04 Mei 2025 - 20:22 WIB
loading...
Pengamat Sebut Kinerja...
Pakar Pangan dari Universitas Andalas, Muhamad Makky, mengapresiasi tinggi terhadap capaian luar biasa Mentan Andi Amran Sulaiman dalam mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional.
A A A
JAKARTA - Pakar Pangan dari Universitas Andalas, Muhamad Makky, memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian luar biasa Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional.

Makky menilai langkah-langkah yang diambil Mentan Amran berhasil merealisasikan target strategis Presiden Prabowo Subianto yang seharusnya dicapai dalam empat tahun, namun mampu dicapai hanya dalam enam bulan.

“Apa yang dilakukan Bapak Menteri Pertanian saat ini bukan sekadar kerja cepat, tetapi kerja luar biasa. Target swasembada beras empat tahun, diselesaikan hanya dalam enam bulan. Ini bukan hal biasa, ini lompatan sejarah,” ujar Makky yang juga salah satu penerima penghargaan Top 100 Ilmuwan Indonesia versi AD Scientific Index 2025, Sabtu (3/5/2025).

Menurut Makky, keberhasilan mencatatkan stok cadangan beras pemerintah hingga 3,5 juta ton tanpa impor dari Januari hingga awal Mei 2025 adalah pencapaian monumental yang mencerminkan kekuatan pangan nasional.

“Saya sudah mengikuti data pertanian sejak era Orde Baru, dan belum pernah melihat lonjakan setinggi dan secepat ini. Dalam empat bulan, stok naik 1,8 juta ton tanpa satu pun impor. Ini prestasi teknokratik yang sangat langka,” katanya.

Makky juga menggarisbawahi bahwa keberhasilan ini didorong oleh reformasi sistem distribusi pupuk, peningkatan kuota subsidi hingga 100 persen, serta kenaikan harga gabah menjadi Rp6.500 per kilogram yang memberikan insentif besar bagi petani.

“Mentan Amran bekerja dengan keberanian dan presisi. Langkahnya tidak populis, tapi berdampak langsung. Kebijakan beliau sangat berpihak pada petani,” ujarnya.

Makky juga mengapresiasi respons cepat Presiden Prabowo yang langsung memerintahkan pembangunan 25 ribu gudang improvisasi untuk menampung hasil panen yang melimpah, sembari menyiapkan gudang permanen di setiap desa sebagai bagian dari program Koperasi Merah Putih.

“Inilah bukti nyata bahwa ketahanan pangan sedang dibangun secara sistemik dan visioner. Jika konsistensi ini terjaga, bukan tidak mungkin Indonesia menjadi pusat pangan regional di tengah krisis global,” ucapnya.

Lebih jauh, Makky menyoroti kunjungan Menteri Pertanian Malaysia dan Jepang baru-baru ini sebagai bentuk pengakuan internasional terhadap kekuatan pangan Indonesia. Menurutnya, kehadiran dua negara maju di sektor pertanian itu menjadi simbol bahwa Indonesia kini diperhitungkan dalam percaturan geopolitik pangan global.

“Kedatangan Menteri Pertanian Malaysia dan Jepang bukan sekadar diplomasi biasa. Itu bentuk pengakuan bahwa Indonesia bukan bangsa lemah. Kita sekarang punya daya tawar dan dihormati karena mampu menunjukkan bahwa swasembada itu bukan sekadar mimpi, tapi kenyataan,” ujarnya.

Makky juga meminta publik untuk tidak bersikap sinis terkait masih adanya beberapa komoditas yang saat ini masih memerlukan bantuan impor. Menurutnya, hal itu wajar dan merupakan bagian dari proses yang akan terselesaikan secara bertahap.

“Tidak ada yang bisa disulap. Ini bukan pertunjukan sulap, ini kerja sistemik dan butuh waktu. Saya yakin dengan pola yang dibangun saat ini, Mentan Amran akan mampu menyelesaikannya satu per satu. Kita tinggal beri kepercayaan dan dukungan penuh,” kata Makky.

Ia pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk mendukung langkah berani pemerintah dan Kementerian Pertanian dalam membangun kedaulatan pangan.

“Saat banyak negara menghadapi krisis pangan dan bergantung pada impor, Indonesia justru surplus. Ini momentum emas yang tidak boleh kita sia-siakan,” tutur Makky menutup keterangan.
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serap Beras Petani,...
Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
Cadangan Beras RI Sentuh...
Cadangan Beras RI Sentuh Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Capai 5,37 Juta Ton
Indonesia Impor Pangan...
Indonesia Impor Pangan hanya 5% dari 11 Komoditas
Krisis Bahan Baku Plastik,...
Krisis Bahan Baku Plastik, Pemerintah Jajaki Impor Kemasan dari Malaysia hingga Rusia
Dorong Ketahanan Pangan,...
Dorong Ketahanan Pangan, Asuransi Jasindo Gelar Program Pengembangan Beras Sehat di Karawang
Stok Beras Indonesia...
Stok Beras Indonesia Nyaris 5 Juta Ton, Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
Pengamat: Amien Rais...
Pengamat: Amien Rais Keliru Bawa Isu Private Teddy ke Ruang Publik
Ditjen Hortikultura...
Ditjen Hortikultura dan Ewindo Perluas Peran Masyarakat Kota dalam Ketahanan Pangan
Rocky Gerung Ungkap...
Rocky Gerung Ungkap Percakapan dengan Presiden Prabowo di Istana: Ternyata Masih Disiden
Rekomendasi
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Davina Karamoy Dicecar...
Davina Karamoy Dicecar 30 Pertanyaan Terkait Kasus Hanania Travel
Republik Ceko vs Afrika...
Republik Ceko vs Afrika Selatan 1-1: Peluang Lolos ke Fase Gugur Kian Menipis
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Infografis
6 Kendaraan Polisi yang...
6 Kendaraan Polisi yang Biasa Diterjunkan dalam Aksi Demo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved