Daya Beli Lesu Jadi Alarm Perlambatan Ekonomi di Awal 2025

Senin, 05 Mei 2025 - 20:56 WIB
loading...
Daya Beli Lesu Jadi...
Direktur Ekonomi CELIOS, Nailul Huda menilai bahwa perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada awal tahun 2025 disebabkan oleh daya beli masyarakat yang masih belum pulih. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda menilai bahwa perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada awal tahun 2025 disebabkan oleh daya beli masyarakat yang masih belum pulih. Ramadan dan Idul Fitri 2025 belum membawa berkah bagi konsumsi rumah tangga domestik.

Huda menyoroti, melemahnya indikator daya beli, tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IHK) yang terus menurun sejak Januari hingga Maret 2025. "Perlambatan pertumbuhan konsumsi rumah tangga dari 4,91 persen (Kuartal I 2024) menjadi 4,89 persen (Kuartal I 2025) merupakan sebuah peringatan dini," kata Huda dalam keterangan resminya, Senin (5/5/2025).

Padahal lanjut Huda, Kuartal I 2025 seharusnya menjadi momentum pendorong ekonomi dengan adanya perayaan Hari Raya Idul Fitri. Namun momen musiman Ramadan-Lebaran kali ini dinilai tidak mampu mendongkrak perekonomian secara signifikan.

Baca Juga: Breaking News: Ekonomi Indonesia Cuma Tumbuh 4,87% di Kuartal I-2025

"Sebagai perbandingan pada tahun 2023, pertumbuhan konsumsi rumah tangga mencapai 5,22 persen bertepatan dengan Mudik Lebaran," imbuh Huda.

Sebelumnya, CELIOS juga telah menghitung adanya penurunan signifikan dalam perputaran uang selama Hari Raya Idul Fitri tahun 2025.

Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya mengumumkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kuartal I 2025 hanya mencapai 4,87% year-on-year. Angka ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada Kuartal I 2024 yang masih berada di level 5,11%. Bahkan pertumbuhan ekonomi Kuartal I 2025 menjadi yang terendah sejak Kuartal III 2021 yang hanya tumbuh 3,53%.

Baca Juga: 7,28 Juta Orang Indonesia Jadi Pengangguran per Februari 2025

Huda menekankan bahwa situasi ekonomi saat ini berbeda dengan masa pandemi, namun laju pertumbuhannya hampir setara. Ia juga menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih rendah dibandingkan Vietnam yang mencatatkan kinerja 6,93% year-on-year.

Menurutnya, membandingkan Indonesia dengan negara-negara G20 yang rata-rata menghadapi aging population juga tidak tepat, mengingat demografi Indonesia yang didominasi usia produktif.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Indeks Keyakinan Konsumen...
Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2026 Menurun, Ini Penjelasan BI
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Rekomendasi
7 Fakta Menarik Portugal...
7 Fakta Menarik Portugal Gagal Menang atas RD Kongo di Piala Dunia 2026
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Ronaldo: Sudah Saatnya...
Ronaldo: Sudah Saatnya Dunia Mengakui Lionel Messi yang Terhebat
Berita Terkini
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Menyambut Tahun Ajaran...
Menyambut Tahun Ajaran Baru dengan Senyuman dan Solusi Finansial BRI Multiguna
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved