Sidang Kabinet Paripurna, Presiden Prabowo: Produksi Beras Nasional Naik, Ini Prestasi Nyata Bangsa
Selasa, 06 Mei 2025 - 16:19 WIB
loading...
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas keberhasilan pemerintah dalam meningkatkan produksi beras dan jagung nasional secara signifikan.
A
A
A
JAKARTA - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas keberhasilan pemerintah dalam meningkatkan produksi beras dan jagung nasional secara signifikan. Presiden menegaskan bahwa capaian ini adalah prestasi nyata yang tak bisa direkayasa, hasil kerja keras seluruh elemen bangsa, termasuk petani, pemerintah daerah, serta TNI dan Polri.
“Salah satu prestasi kita yang dirasakan, yang real dan tidak bisa dibuat-buat, adalah bahwa produksi beras dan jagung kita sangat berhasil. Saya baru kembali dari Sumatra Selatan. Biasanya produksi beras mereka sekitar 3 juta ton, tahun ini diperkirakan mencapai 4 juta ton. Artinya ada peningkatan 25 persen. Ini prestasi luar biasa, bahkan bisa dibilang tertinggi sepanjang sejarah,” kata Presiden Prabowo saat memberikan arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna, Istana Presiden,Jakarta, Senin (5/5/2025).
Presiden juga menyoroti bahwa cadangan beras pemerintah saat ini mencapai angka tertinggi dalam sejarah NKRI. Sesuai Data Badan Pusat Statistika (BPS) produksi padi pada triwulan I 2025 tumbuh sebesar 51,45 persen. BPS juga memproyeksikan produksi beras nasional akan menembus 18,76 juta ton hingga akhir Juni 2025 (berdasarkan kerangka sampel area/amatan Maret 2025).
“Belum pernah pemerintah menguasai jumlah tonase beras sebesar sekarang. Ini bukan datang begitu saja. Apalagi pertanian adalah sektor yang sangat bergantung pada presisi dan perhatian terhadap faktor alam seperti cuaca dan iklim,” kata Prabowo.
Keberhasilan ini, menurut Presiden, tidak lepas dari peran serta jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) yang dipimpin oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Untuk itu, Presiden Prabowo sekaligus mengapresiasi terhadap kinerja jajaran Kementan yang turun langsung ke lapangan.
“Bukan saya suka muji-muji tapi saya namanya kepala sekolah kalau ada yang berprestasi saya harus kasih tahu. Jadi hari ini saya lihat tim pangan, Menteri Pertanian dan timnya semua fokus, untung aja Menteri Pertanian ada di Jakarta jadi bisa hadir, biasanya saya cari gak ada. Kadang sudah di Kalimantan Barat, kadang sudah di Jambi,” tuturnya.
Presiden Prabowo melihat Mentan dan Wamentan sampai hitam kulitnya karena sering ke lapangan. Menurutnya itu tandanya mereka bekerja sungguh-sungguh. "Kalo enggak hitam saya malah curiga,” ujar Presiden Prabowo.
“Salah satu prestasi kita yang dirasakan, yang real dan tidak bisa dibuat-buat, adalah bahwa produksi beras dan jagung kita sangat berhasil. Saya baru kembali dari Sumatra Selatan. Biasanya produksi beras mereka sekitar 3 juta ton, tahun ini diperkirakan mencapai 4 juta ton. Artinya ada peningkatan 25 persen. Ini prestasi luar biasa, bahkan bisa dibilang tertinggi sepanjang sejarah,” kata Presiden Prabowo saat memberikan arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna, Istana Presiden,Jakarta, Senin (5/5/2025).
Presiden juga menyoroti bahwa cadangan beras pemerintah saat ini mencapai angka tertinggi dalam sejarah NKRI. Sesuai Data Badan Pusat Statistika (BPS) produksi padi pada triwulan I 2025 tumbuh sebesar 51,45 persen. BPS juga memproyeksikan produksi beras nasional akan menembus 18,76 juta ton hingga akhir Juni 2025 (berdasarkan kerangka sampel area/amatan Maret 2025).
“Belum pernah pemerintah menguasai jumlah tonase beras sebesar sekarang. Ini bukan datang begitu saja. Apalagi pertanian adalah sektor yang sangat bergantung pada presisi dan perhatian terhadap faktor alam seperti cuaca dan iklim,” kata Prabowo.
Keberhasilan ini, menurut Presiden, tidak lepas dari peran serta jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) yang dipimpin oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Untuk itu, Presiden Prabowo sekaligus mengapresiasi terhadap kinerja jajaran Kementan yang turun langsung ke lapangan.
“Bukan saya suka muji-muji tapi saya namanya kepala sekolah kalau ada yang berprestasi saya harus kasih tahu. Jadi hari ini saya lihat tim pangan, Menteri Pertanian dan timnya semua fokus, untung aja Menteri Pertanian ada di Jakarta jadi bisa hadir, biasanya saya cari gak ada. Kadang sudah di Kalimantan Barat, kadang sudah di Jambi,” tuturnya.
Presiden Prabowo melihat Mentan dan Wamentan sampai hitam kulitnya karena sering ke lapangan. Menurutnya itu tandanya mereka bekerja sungguh-sungguh. "Kalo enggak hitam saya malah curiga,” ujar Presiden Prabowo.
Lihat Juga :