Perbandingan Ekonomi India dengan Pakistan: Bak Langit dan Bumi

Rabu, 07 Mei 2025 - 11:09 WIB
loading...
Perbandingan Ekonomi...
Perang antara India dan Pakistan dikhawatirkan memberi dampak besar terhadap stabilitas ekonomi Pakistan. FOTO/iStock Photo
A A A
JAKARTA - Perang antara India dan Pakistan dikhawatirkan memberi dampak besar terhadap stabilitas ekonomi Pakistan, sementara India dinilai tetap tangguh secara makroekonomi. Lembaga pemeringkat global Moody's menilai, perbedaan kekuatan ekonomi kedua negara tampak mencolok.

Moody's melaporkan konflik yang terus memanas antara kedua negara dapat membatasi akses Pakistan terhadap pembiayaan eksternal dan memperburuk posisi cadangan devisanya. Saat ini, cadangan devisa Pakistan masih berada jauh di bawah tingkat yang diperlukan untuk memenuhi kewajiban pembayaran utang luar negeri dalam beberapa tahun ke depan.

"Ketegangan yang terus berlangsung kemungkinan akan menekan laju pertumbuhan Pakistan dan memperlambat upaya konsolidasi fiskal pemerintah," tulis Moody's dalam laporannya, dikutip dari Financial Express, Rabu (7/5).

Baca Juga: Pakistan Tembak Jatuh 5 Jet Tempur India, Sejumlah Tentara India Ditawan

Di sisi lain, kondisi makroekonomi India dinilai tetap tangguh. India menikmati pertumbuhan ekonomi yang moderat namun kuat, didorong oleh investasi publik yang signifikan dan konsumsi swasta yang sehat. Meski demikian, eskalasi ketegangan dengan Pakistan tetap memlikiki risiko.

Moody's memperingatkan peningkatan belanja pertahanan India sebagai respons terhadap konflik dapat menjadi beban bagi kekuatan fiskalnya, serta memperlambat proses konsolidasi fiskal yang tengah berjalan.
Namun, secara keseluruhan, dampak ekonomi terhadap India diprediksi akan minim.

India memiliki hubungan ekonomi yang sangat terbatas dengan Pakistan. Pada 2024, ekspor India ke Pakistan tercatat kurang dari 0,5 persen dari total ekspor nasional.

"Penilaian kami mencerminkan asumsi bahwa ketegangan akan tetap berlangsung secara periodik seperti dalam sejarah kedua negara pascakemerdekaan, tetapi tidak berkembang menjadi konflik berskala luas," kata Moody's.

Baca Juga: Perang Membara, Pakistan Tembak Jatuh Jet Tempur India Ketiga dan Drone

Hubungan diplomatik antara India dan Pakistan memburuk usai serangan teroris pada 22 April di wilayah wisata Pahalgam, Jammu dan Kashmir, yang menewaskan 26 orang sebagian besar adalah wisatawan. Sebagai tanggapan, India menangguhkan pelaksanaan Perjanjian Perairan Indus tahun 1960 yang selama ini mengatur pasokan air ke Pakistan.

Keputusan ini dipandang sebagai sinyal kuat pergeseran kebijakan India terhadap Pakistan, yang dapat berdampak signifikan terhadap sektor pertanian dan ketahanan pangan di negara tersebut.

Moody's melaporkan gejolak yang terjadi berpotensi semakin memperbesar kesenjangan ekonomi antara kedua negara Asia Selatan tersebut. Jika tidak ditangani secara diplomatis dan strategis, Pakistan terancam menghadapi stagnasi ekonomi yang berkepanjangan, sementara India melaju dengan stabilitas dan ketahanan ekonomi yang relatif kuat.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Rekor Terburuk Lagi,...
Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Rekomendasi
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
SDH Depok Komitmen Bangun...
SDH Depok Komitmen Bangun Pendidikan Karakter hingga Pengembangan Kepemimpinan
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved