3 Jet Tempur Rafale Ditembak Jatuh Pakistan, Saham Dassault Langsung Jeblok

Sabtu, 10 Mei 2025 - 23:28 WIB
loading...
3 Jet Tempur Rafale...
Seorang personel Angkatan Udara Prancis berada didekat pesawat tempur Rafale yang terparkir di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (12/8/2022). FOTO/SindoNews
A A A
JAKARTA - Saham Dassault Aviation anjlok hingga 6% pada Selasa (7/5), menyusul klaim Angkatan Udara Pakistan yang menyatakan telah menembak jatuh tiga jet tempur Rafale milik India di wilayah udara Kashmir. Insiden tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap kinerja tempur pesawat buatan Prancis itu, sekaligus menimbulkan sentimen negatif terhadap masa depan bisnis pertahanan Dassault.

Klaim tersebut pertama kali diumumkan militer Pakistan pada Senin (6/5), yang menyebut penggunaan sistem rudal permukaan ke udara HQ-9B buatan China dan jet tempur J-10C dalam serangan terhadap pesawat India, termasuk tiga unit Rafale. Meskipun Pemerintah India membantah klaim itu, pasar saham bereaksi negatif. Saham Dassault turun dari €327 menjadi €324 hanya dalam satu sesi perdagangan.

Rafale merupakan andalan ekspor pertahanan Dassault. Pada 2024, perusahaan melaporkan penjualan rekor sebesar €6,2 miliar, dengan 90% portofolio pesanan berasal dari pasar luar negeri. Namun, insiden terbaru menimbulkan keraguan terhadap keandalan Rafale dalam pertempuran intensitas tinggi.

"Insiden ini mengikis persepsi atas keunggulan tempur Rafale. Pasar sangat bergantung pada citra, dan satu kegagalan bisa berdampak panjang," ujar analis Morgan Stanley, Loredana Muharremi dikutip dari MarketPulse, Sabtu (10/5).

Baca Juga: India Tak Berdaya! Pakistan Lancarkan Serangan Siber yang Mengakibatkan Pemadaman Listrik Besar-besaran

Di sisi lain, produsen jet tempur J-10C, Chengdu Aircraft Corporation, justru mencatat kenaikan saham sebesar 18%. Kinerja baik jet buatan China itu dianggap sebagai keunggulan dalam persaingan global industri pertahanan.

Penurunan saham Dassault terjadi di tengah tingginya volatilitas pasar. Volume perdagangan melonjak menjadi 58.388 saham pada 7 Mei meningkat dari 57.327 saham tiga hari sebelumnya. Penurunan ini juga kontras dengan tren sebelumnya, di mana saham Dassault sempat naik 51% sejak awal 2025, didukung kinerja keuangan yang solid dan aksi buyback saham pada Maret lalu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos dalam Sepekan saat IHSG Melejit 4,42 Persen
Trump Raih Cuan Jumbo...
Trump Raih Cuan Jumbo dari Kripto, Mayoritas Dialihkan ke Saham dan Obligasi
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Nasabah Wujudkan Cinta Lewat Mahar Saham
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,17% ke 5.934
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
Mengapa Amerika Tak...
Mengapa Amerika Tak Pernah Mengusik Nuklir Pakistan? Ini Alasan Sebenarnya
Pendukung Partai Kecoa...
Pendukung Partai Kecoa Kembali Turun ke Jalan, Apa yang Dituntut?
Rekomendasi
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
Prabowo dan Gibran Hadiri...
Prabowo dan Gibran Hadiri Puncak Harlah ke-28 PKB di JCC
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
Berita Terkini
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
Ada Perusahaan Menolak...
Ada Perusahaan Menolak Didata Sensus Ekonomi 2026, Siap-siap! Dibina Kemenperin
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved