Tantangan Industri, Nabel Sakha Group Tekankan Pentingnya Efisiensi
Kamis, 15 Mei 2025 - 14:17 WIB
loading...
Nabel Sakha Group sukses menggelar Industrial Seminar bertajuk Powering Efficiency, Together di Hotel Holiday Inn, Cikarang, Bekasi, Kamis (8/5/2025). Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
BEKASI - Efisiensi menjadi kunci utama dalam menjaga daya saing industri utamanya di sektor manufaktur . Menjawab tantangan tersebut, Nabel Sakha Group sukses menggelar Industrial Seminar bertajuk Powering Efficiency, Together di Hotel Holiday Inn, Cikarang, Bekasi, Kamis (8/5/2025).
Acara ini menjadi forum strategis yang mempertemukan para stakeholder industri. Mereka mendiskusikan tantangan aktual serta solusi dalam mendorong efisiensi operasional melalui teknologi, layanan, dan sinergi antarperusahaan.
Acara ini dihadiri customer dan calon mitra potensial Nabel Sakha Group dari berbagai sektor industri. Direktur Sales dan Marketing Nabel Sakha Group, Wahyu Ihsanudin mengatakan, efisiensi dalah benang merah dari seluruh lini bisnis Nabel Sakha Group. Baca juga: Aturan TKDN Direvisi, Menperin: Bangun Industri Sulit, Menghancurkannya Sangat Mudah
Seminar ini juga merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendorong efisiensi melalui inovasi teknologi , layanan terintegrasi, dan kolaborasi jangka panjang. “Melalui Industrial Seminar ini, kita tidak hanya berbagi informasi dan inovasi terkini, tetapi juga memperkuat sinergi dalam menghadapi tantangan bisnis industri. Efisiensi bukan hanya soal penghematan, tetapi juga tentang menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan,” kata Wahyu dalam sambutannya.
Salah satu sesi talkshow menghadirkan Joko Triyono dari PT Elang Perdana. Dia memaparkan tiga pilar utama dalam menghadapi tantangan industri ke depan yakni cost driven, quality no compromise, dan speed up. “Jika ada produk di dalam negeri yang kualitasnya setara, mengapa harus impor dengan biaya lebih mahal?” tutur Joko.
Ia juga menekankan bahwa efisiensi biaya tidak boleh mengorbankan kualitas. Selain itu, kecepatan dalam merespons kebutuhan customer menjadi faktor penting dalam menjaga kelangsungan operasional industri.
“Speed up berarti respons cepat saat dibutuhkan. Ketika perusahaan harus menunggu lama hanya untuk mendapatkan feedback teknis atau penggantian komponen, itu akan berdampak langsung pada performa dan kualitas operasional,” lanjutnya.
Acara ini menjadi forum strategis yang mempertemukan para stakeholder industri. Mereka mendiskusikan tantangan aktual serta solusi dalam mendorong efisiensi operasional melalui teknologi, layanan, dan sinergi antarperusahaan.
Acara ini dihadiri customer dan calon mitra potensial Nabel Sakha Group dari berbagai sektor industri. Direktur Sales dan Marketing Nabel Sakha Group, Wahyu Ihsanudin mengatakan, efisiensi dalah benang merah dari seluruh lini bisnis Nabel Sakha Group. Baca juga: Aturan TKDN Direvisi, Menperin: Bangun Industri Sulit, Menghancurkannya Sangat Mudah
Seminar ini juga merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendorong efisiensi melalui inovasi teknologi , layanan terintegrasi, dan kolaborasi jangka panjang. “Melalui Industrial Seminar ini, kita tidak hanya berbagi informasi dan inovasi terkini, tetapi juga memperkuat sinergi dalam menghadapi tantangan bisnis industri. Efisiensi bukan hanya soal penghematan, tetapi juga tentang menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan,” kata Wahyu dalam sambutannya.
Salah satu sesi talkshow menghadirkan Joko Triyono dari PT Elang Perdana. Dia memaparkan tiga pilar utama dalam menghadapi tantangan industri ke depan yakni cost driven, quality no compromise, dan speed up. “Jika ada produk di dalam negeri yang kualitasnya setara, mengapa harus impor dengan biaya lebih mahal?” tutur Joko.
Ia juga menekankan bahwa efisiensi biaya tidak boleh mengorbankan kualitas. Selain itu, kecepatan dalam merespons kebutuhan customer menjadi faktor penting dalam menjaga kelangsungan operasional industri.
“Speed up berarti respons cepat saat dibutuhkan. Ketika perusahaan harus menunggu lama hanya untuk mendapatkan feedback teknis atau penggantian komponen, itu akan berdampak langsung pada performa dan kualitas operasional,” lanjutnya.
Lihat Juga :