Harga Bitcoin Cetak Rekor Tertinggi Rp1,7 Miliar, Ini Pendorongnya
Kamis, 15 Mei 2025 - 19:52 WIB
loading...
Harga Bitcoin kembali mencatat rekor tertinggi menembus angka USD105.000 atau setara Rp1,7 miliar per keping. FOTO/iStock Photo
A
A
A
JAKARTA - Harga Bitcoin kembali mencatat rekor tertinggi menembus angka USD105.000 atau setara Rp1,7 miliar per keping. Lonjakan harga ini didorong sentimen positif dari menurunnya inflasi Amerika Serikat (AS), meredanya ketegangan politik global, serta meningkatnya permintaan dari institusi besar.
Data terbaru Bureau of Labor Statistics (BLS) menunjukkan, Indeks Harga Konsumen (CPI) AS pada April 2025 turun menjadi 2,3% secara tahunan lebih rendah dibandingkan Maret yang mencapai 2,4%. Angka ini merupakan laju inflasi terendah sejak Februari 2021 dan memberi sinyal Federal Reserve berpotensi menghentikan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Kondisi ini mendorong investor untuk kembali melirik aset Bitcoin.
"Permintaan Bitcoin meningkat signifikan, terutama dari institusi besar. Perusahaan di sektor finansial dan investasi menyumbang hampir 36 persen dari total pembelian Bitcoin oleh bisnis, diikuti perusahaan teknologi dan konsultan," ujar CEO Indodax Oscar Darmawan dalam pernyataannya, Kamis (15/5).
Baca Juga: Jangan Sampai Ketinggalan! Bitcoin Cs Bangkit dari Kubur, Siap-Siap Panen Cuan?
Dia mengatakan penurunan inflasi membuat investor optimistus kebijakan suku bunga tinggi akan segera berakhir sehingga dana yang sebelumnya mengendap mulai mengalir ke pasar kripto. Salah satu pembelian terbesar datang dari perusahaan Strategy (MSTR) yang membeli 13.390 BTC senilai USD1,34 miliar tahun ini. Oscar beranggapan, meningkatnya pembelian oleh institusi menunjukkan kepercayaan yang kuat terhadap Bitcoin sebagai alat lindung nilai dan investasi jangka panjang.
Data terbaru Bureau of Labor Statistics (BLS) menunjukkan, Indeks Harga Konsumen (CPI) AS pada April 2025 turun menjadi 2,3% secara tahunan lebih rendah dibandingkan Maret yang mencapai 2,4%. Angka ini merupakan laju inflasi terendah sejak Februari 2021 dan memberi sinyal Federal Reserve berpotensi menghentikan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Kondisi ini mendorong investor untuk kembali melirik aset Bitcoin.
"Permintaan Bitcoin meningkat signifikan, terutama dari institusi besar. Perusahaan di sektor finansial dan investasi menyumbang hampir 36 persen dari total pembelian Bitcoin oleh bisnis, diikuti perusahaan teknologi dan konsultan," ujar CEO Indodax Oscar Darmawan dalam pernyataannya, Kamis (15/5).
Baca Juga: Jangan Sampai Ketinggalan! Bitcoin Cs Bangkit dari Kubur, Siap-Siap Panen Cuan?
Dia mengatakan penurunan inflasi membuat investor optimistus kebijakan suku bunga tinggi akan segera berakhir sehingga dana yang sebelumnya mengendap mulai mengalir ke pasar kripto. Salah satu pembelian terbesar datang dari perusahaan Strategy (MSTR) yang membeli 13.390 BTC senilai USD1,34 miliar tahun ini. Oscar beranggapan, meningkatnya pembelian oleh institusi menunjukkan kepercayaan yang kuat terhadap Bitcoin sebagai alat lindung nilai dan investasi jangka panjang.
Lihat Juga :